Sumbangan Siswa Akhirnya Dikembalikan

Dinas Pendidikan Tanjabbar memerintahkan agar uang pembangunan di SMAN 2 Kuala

Sumbangan Siswa Akhirnya Dikembalikan
WARTA KOTA/Angga BN

TRIBUNNEWS.COM, KUALA TUNGKAL - Dinas Pendidikan Tanjabbar memerintahkan agar uang pembangunan di SMAN 2 Kuala Tungkal dikembalikan. Alasannya, kebijakan pungutan uang pembangunan bagi siswa telah menyalahi aturan, terlebih setelah adanya peringatan keras dari Bupati Tanjabbar Usman Ermulan, sebelum tahun ajaran baru berlangsung.  

"Kita minta uang dikembalikan. Kalau ada yang sudah dipakai, sisa uang dikembalikan," kata Kepala Dinas Pendidikan Tanjabbar, Bailah kepada Tribun, Selasa (10/7/2012).

Kata Bailah, sebelumnya pihaknya telah mengeluarkan surat edaran bagi seluruh sekolah agar tidak dilakukan pungutan apapun kepada siswa. Meski pungutan merupakan inisiatif wali murid, menurutnya seharusnya pihak sekolah berkoordinasi dengan dinas.

"Harusnya koordinasi dulu dengan kita. Uang pembangunan itu kan mengecilkan dinas. Kita minta dikembalikan secepatnya," ujarnya.

Pihaknya mengaku telah memanggil Kepala SMAN 2 Kuala Tungkal, setelah mengetahui ada pungutan uang pembangunan sebesar Rp 150 ribu selama setahun bagi siswa baru. Diknas, lanjutnya siap melakukan pembangunan, sesuai dengan komitmen awal.

Disinggung minimnya pembangunan di SMAN 2 Kuala Tungkal hingga dilakukan pungutan uang pembangunan, diknas akan melengkapi sarana pendidikan, termasuk ruang belajar. Kekurangan tersebut sebelumnya telah dicatat, saat Bupati mengunjungi sekolah-sekolah.

"Kan kemarin sudah dicatat, apa saja kekurangan sekolah. Kita akan lengkapi dan komitmen bangun fasilitas, apalagi SMAN 1, SMAN 2 dan SMAN 3 saat itu telah disamakan. Nyatanya, SMAN 1 dan SMAN 3 tidak melakukan pungutan," kata pria berkacamata ini.

Mengenai sanksi yang diberikan kepada kepala sekolah, Bailah mengaku akan berkoordinasi dengan Bupati. Namun, ia telah memberi sanksi teguran.

Seperti diberitakan Tribun sebelumnya, calon siswa baru SMA Negeri 2 Kuala Tungkal diwajibkan membayar uang pembangunan Rp 150 ribu, sebagai syarat melakukan pendaftaran.

Uang tersebut dipergunakan bagi pembangunan sekolah selama setahun. Jumlah siswa baru yang mendaftar sebanyak 201 siswa.

Halaman
12
Editor: Hendra Gunawan
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2016
About Us
Help