• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Sabtu, 26 Juli 2014
Tribunnews.com

Sumbangan Siswa Akhirnya Dikembalikan

Rabu, 11 Juli 2012 10:06 WIB
Sumbangan Siswa Akhirnya Dikembalikan
WARTA KOTA/Angga BN

TRIBUNNEWS.COM, KUALA TUNGKAL - Dinas Pendidikan Tanjabbar memerintahkan agar uang pembangunan di SMAN 2 Kuala Tungkal dikembalikan. Alasannya, kebijakan pungutan uang pembangunan bagi siswa telah menyalahi aturan, terlebih setelah adanya peringatan keras dari Bupati Tanjabbar Usman Ermulan, sebelum tahun ajaran baru berlangsung.  

"Kita minta uang dikembalikan. Kalau ada yang sudah dipakai, sisa uang dikembalikan," kata Kepala Dinas Pendidikan Tanjabbar, Bailah kepada Tribun, Selasa (10/7/2012).

Kata Bailah, sebelumnya pihaknya telah mengeluarkan surat edaran bagi seluruh sekolah agar tidak dilakukan pungutan apapun kepada siswa. Meski pungutan merupakan inisiatif wali murid, menurutnya seharusnya pihak sekolah berkoordinasi dengan dinas.

"Harusnya koordinasi dulu dengan kita. Uang pembangunan itu kan mengecilkan dinas. Kita minta dikembalikan secepatnya," ujarnya.

Pihaknya mengaku telah memanggil Kepala SMAN 2 Kuala Tungkal, setelah mengetahui ada pungutan uang pembangunan sebesar Rp 150 ribu selama setahun bagi siswa baru. Diknas, lanjutnya siap melakukan pembangunan, sesuai dengan komitmen awal.

Disinggung minimnya pembangunan di SMAN 2 Kuala Tungkal hingga dilakukan pungutan uang pembangunan, diknas akan melengkapi sarana pendidikan, termasuk ruang belajar. Kekurangan tersebut sebelumnya telah dicatat, saat Bupati mengunjungi sekolah-sekolah.

"Kan kemarin sudah dicatat, apa saja kekurangan sekolah. Kita akan lengkapi dan komitmen bangun fasilitas, apalagi SMAN 1, SMAN 2 dan SMAN 3 saat itu telah disamakan. Nyatanya, SMAN 1 dan SMAN 3 tidak melakukan pungutan," kata pria berkacamata ini.

Mengenai sanksi yang diberikan kepada kepala sekolah, Bailah mengaku akan berkoordinasi dengan Bupati. Namun, ia telah memberi sanksi teguran.

Seperti diberitakan Tribun sebelumnya, calon siswa baru SMA Negeri 2 Kuala Tungkal diwajibkan membayar uang pembangunan Rp 150 ribu, sebagai syarat melakukan pendaftaran.

Uang tersebut dipergunakan bagi pembangunan sekolah selama setahun. Jumlah siswa baru yang mendaftar sebanyak 201 siswa.

Berdasarkan brosur yang diperoleh Tribun disebutkan, pembayaran uang pembangunan sebagai syarat pendaftaran peserta didik baru SMAN 2 Kuala Tungkal tahun ajaran 2012/2013 yang disetujui pada tanggal 30 Juni lalu. Bahkan, brosur pungutan uang pembangunan terpampang di sekolah.

Padahal, tahun ini, Pemkab Tanjabbar telah melakukan pemerataan sekolah dengan sistem pengundian. Pemkab juga dengan tegas melarangs egala pungutan di sekolah. Nyatanya, uang pungutan tetap dilakukan.

Wakil Kepala Sekolah SMAN 2 Kuala Tungkal Siti Aisah mengakui adanya kebijakan pungutan uang pembangunan bagi siswa baru. Katanya, kebijakan tersebut berdasarkan hasil rapat guru dengan komite dan wali murid.  

"Iya uang pembangunan ada untuk siswa baru masuk. Sebelum kenaikan kelas, ada orang tua dipanggil datang dan rapat bersama dengan komite," ujarnya.

Uang tersebut, lanjutnya dipergunakan untuk pembangunan tiga item di sekolah, yakni pembangunan gapura sekolah, tempat parkir kendaraan siswa dan WC. Khusus pembangunan WC dan lokasi parkir. Menurutnya SMAN 2 Kuala Tungkal belum memiliki fasilitas itu.

Ketua Komite SMAN2 Kuala Tungkal, M. Aryad didampingi Kepala Sekolah SMAN 2 Kuala Tungkal, Jamuri mengatakan besaran uang pembangunan ditentukan oleh wali murid, bukan pihak sekolah.
"Pihak sekolah tak pernah mematok jumlahnya. Bahkan pihak sekolah mengatakan, bisa turun, tapi itu sudah kesepakatan wali murid," ujarnya.

Editor: Hendra Gunawan
Sumber: Tribun Jambi
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas