Sabtu, 22 November 2014
Tribunnews.com

Tuntutan Polisi Terlibat Narkoba Dikonsultasikan ke Kejagung

Kamis, 12 Juli 2012 15:59 WIB

Tuntutan Polisi Terlibat Narkoba Dikonsultasikan ke Kejagung
ilustrasi

Laporan Wartawan Tribun Kaltim, Niko Ruru

TRIBUNNEWS.COM, NUNUKAN - Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Nunukan mengkonsultasikan kepada Kejaksaan Agung, surat tuntutan dalam perkara kasus penggelapan barang bukti sabu-sabu seberat 1,2 kilogram yang melibatkan anggota Polres Nunukan. Terdakwa yang terlibat kasus ini mantan Kasat Reskoba Polres Nunukan Bambang dan bawahannya mantan Kanit Opsnal Agung, Apeng Yulianus Pabatan, David Heriyanto Siregar dan Iqbal.

Sabu-sabu yang digelapkan itu merupakan barang bukti dalam perkara Sugeng yang ditangkap Desember tahun lalu.

"Rencana Selasa minggu depan kita menyampaikan tuntutan di Pengadilan Negeri Nunukan. Surat tuntutannya terlebih dahulu kita konsultasikan ke Kejaksaan Agung. Kita masih menunggu hasilnya," ujar Kepala Kejari Nunukan Azwar, Kamis (12/7/2012).

Azwar mengatakan, pihaknya harus berkonsultasi terlebih dahulu karena kasus yang melibatkan mantan petinggi Polres Nunukan itu menarik perhatian masyarakat. Sehingga tuntutan yang disampaikan juga harus dikondisikan, agar tuntuan yang disampaikan jaksa bisa mengakomodir rasa keadilan terhadap masyarakat.

Dalam dakwaannya, JPU mendakwa kelimanya secara akumulatif. Kasus itu bermula saat Agung menghubungi David dan memintanya menyerahkan BB sabu-sabu. Agung kemudian mengajak ketiga bawahannya ke rumah Yulianus lalu ia membuka bungkusan BB dengan pisau silet. Seperempat SS lalu dipindahkan ke plastik kosong yang dipegang Iqbal, yang sudah disiapkan sebelumnya.

Lalu Agung mengganti SS dengan gula dari rumah Yulianus. SS yang sudah disisihkan lalu dibungkus rapi seolah-olah dua bungkus plastik itu masih utuh.

Agung lalu menyerahkan SS yang sudah tercampur kepada David, untuk disampaikan pada saat jumpa pers. Lalu Agung membawa sabu yang sudah disisihkannya ke rumahnya.

Penyidik Nober Andarias kemudian menelepon Bambang mempertanyakan BB SS, karena akan dibuatkan mindik penyitaannya. Bambang menjanjikan untuk menyerahkan besoknya. Namun keesokan harinya Bambang belum menyerahkan BB. Selanjutnya Nober melaporkan kepada D Barasa. Lalu Barasa menelepon Bambang untuk mempertanyakan BB dimaksud.

Bambang malah mengatakan, BB dimaksud dititipkan di Bensat. Namun saat penyidik Barasa mengecek ke M Saleh Wahidi, ternyata BB tidak ada di Bensat. BB justru disimpan di ruangan kerja Bambang sehingga hal ini mempengaruhi proses penyidikan.

Tak cukup hanya membuka satu bungkus SS, Agung juga membuka BB yang lain lalu menyisihkannya dengan tawas.

Selanjutnya Doni mempertanyakan lagi kepada Bambang, kapan BB diserahkan? Bambang menjanjikan akan menyerahkan besoknya. Bambang kemudian memanggil Doni dan Nober Andarias ke ruangannya. Di ruangan, Bambang menyerahkan barang bukti SS seberat 1 kilogram sekaligus menyerahkan sebuah kotak biskuit merk Jakobs warna kuning sebagai barang bukti milik Nurlela. Setelah diamati, Nober dan Doni ragu karena bentuknya sudah seperti gula pasir. Nober dan Doni menolak BB.

Setelah itu Bambang meminta BB dibawa ke ruangan pemeriksaan. Setelah tes kit benar saja sudah bercampur gula. Lalu Bambang meminta agar dilakukan tes ulang, ternyata mengandung gula.

Baca Juga:

Editor: Dewi Agustina
Sumber: Tribun Timur

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas