• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Senin, 28 Juli 2014
Tribunnews.com

53 Joki di UGM Yogyakarta Tertangkap Basah

Jumat, 13 Juli 2012 22:07 WIB
53 Joki di UGM Yogyakarta Tertangkap Basah
Tribun Jogja
43 orang calon mahasiswa program mandiri internasional Fakultas Kedokteran UGM, terpaksa digelandang ke Mapolres Sleman, pada Jumat (13/7/2012) petang karena diduga sebagai joki.

TRIBUNNEWS.COM, YOGYAKARTA - Kabid Humas UGM, Widjayanti, mengakui adanya praktik perjokian yang terjadi saat ujian masuk program internasional di Fakultas Kedokteran, Jumat (13/7/2012). Dari total 430 peserta ujian, pengawas ujian menangkap basah 53 orang yang terbukti melakukan praktik perjokian.

Ia menjelaskan, ujian masuk program internasional Fakultas Kedokteran UGM dilaksanakan selama dua hari, Jumat (13/7/2012) dan Sabtu (14/7/2012). Pada pelaksanaan hari pertama, Widjayanti yang akrab disapa Wiwit menjelaskan pengawas ujian memang menemukan 53 orang yang sejak awal memang dicurigai sebagai joki.

"Memang benar ada 53 joki yang kami tangkap pada pelaksanaan ujian hari pertama tadi, selanjutnya mereka langsung kami serahkan pada pihak kepolisian," tuturnya saat dikonfirmasi, Jumat (13/7/2012) malam.

Wiwit menuturkan, ini adalah kali pertama ditemukannya joki dalam jumlah besar pada pelaksanaan ujian masuk UGM. Ia tak menampik bila setiap tahun, pengawas ujian masuk program internasional UGM selalu menangkap joki.

"Tahun sebelumnya paling hanya 2 sampai 3 orang, tapi yang terjadi siang ini tadi memang baru pertama kalinya terjadi," imbuhnya.

Wiwit menceritakan, panitia pengawas sejak awal menerapkan aturan standar, yaitu melarang peserta membawa segala jenis alat komunikasi ke dalam ruang ujian. Namun, saat pelaksanaan ujian tersebut, pengawas seakan kecolongan oleh beberapa peserta yang masih menggunakan alat komunikasi lain. Sebanyak 53 orang yang tertangkap itu terbukti menggunakan alat komunikasi berbentuk jam tangan yang dimodifikasi.

"Barang buktinya sudah jelas, lalu kami tangkap mereka, selanjutnya langsung kami serahkan ke polisi karena itu sudah masuk ke ranah hukum dan wewenang kepolisian," terang Wiwit. (ton)

Baca Juga:

Editor: Dewi Agustina
Sumber: Tribun Jogja
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
722631 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
    Jadilah yang pertama memberikan komentar
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas