• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Rabu, 23 April 2014
Tribunnews.com

Marak Pengisian BBM dengan Tangki Buatan

Jumat, 13 Juli 2012 22:52 WIB
Marak Pengisian BBM dengan Tangki Buatan
Tribun Pekanbaru/Theo Rizky
Ilustrasi

Laporan Wartawan Pos Kupang, Fredy Hayong

TRIBUNNEWS.COM, ATAMBUA - Pemerintah Kabupaten Belu telah melarang pembelian bahan bakar minyak (BBM) menggunakan jeriken ataupun fasilitas lain di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). Namun di lapangan masih marak pengisian BBM menggunakan jeriken dan tangki buatan. Namun sayangnya anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Belu belum tanggap untuk melarang hal itu.

Pantauan Pos Kupang (Tribun Network), Jumat (13/7/2012) di SPBU Motabuik, sedikitnya puluhan kendaraan roda dua yang dilengkapi tangki buatan mengantre menunggu giliran untuk mengisi BBM. Oknum warga yang menggunakan tangki buatan itu tidak menunjukkan surat pengantar dari instansi pemerintah kepada petugas pengisi BBM di SPBU itu. Pemilik kendaraan roda dua dan tangki buatan, merapat ke tempat pengisian, dan langsung petugas memasukkan BBM ke tangki buatan itu.

Selain ke tangki buatan, petugas juga mengisi BBM ke dalam jeriken yang berukuran 5 liter. Padahal di SPBU tersebut ada petugas dari Satpol PP Kabupaten Belu, namun sepertinya membiarkan proses pengisian BBM oleh petugas SPBU.

Beberapa pengendara kendaraan roda dua yang mengaku bernama Frangki menyatakan kekecewaannya terhadap petugas di SPBU yang tetap melayani pengisian BBM ke jeriken maupun tangki buatan. Sementara Pemkab Belu telah melarang pengisian BBM menggunakan jeriken, kecuali mengantongi surat pengantar dari Bagian Ekonomi Setda Belu.

"Kenapa petugas Satpol PP ada tetapi tidak menegur petugas yang mengisi BBM ke jeriken maupun tangki buatan. Karena tangki buatan memiliki volume cukup besar menyebabkan kita harus antre berlama-lama menunggu giliran. Sebagai masyarakat biasa, saya meminta supaya pemerintah harus ambil sikap tegas," kata Frangki.

Sebelumnya diberitakan, maanajemen PT Pertamina Terminal BBM Atapupu, Kecamatan Kakuluk Mesak Belu keheranan terhadap kehabisan bahan bakar minyak (BBM) di Atambua hanya setengah hari. Sementara pasokan dari Terminal BBM di Atapupu rata-rata per hari untuk Premium 80 ton, solar 66 ton dan minyak tanah 31 ton. Pertamina malah mempertanyakan pengisian BBM menggunakan jeriken oleh warga di tiap SPBU karena secara regulasi tidak dibenarkan.

Wakil Kepala Terminal BBM Atapupu, Oferius Toli, didampingi HSE, Aulia Afandi, menyampaikan hal ini kepada wartawan usai rapat bersama terkait penerapan pembatasan BBM oleh pemerintah pusat yang dipimpin Bupati Belu, Drs. Joachim Lopez di Kantor Bupati Belu, Senin (11/6/2012).

Baca Juga:

Editor: Dewi Agustina
Sumber: Pos Kupang
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
722731 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI KOMENTAR SAYA
Atas