• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Selasa, 21 Oktober 2014
Tribunnews.com

Tempat Hiburan di Jambi Tutup Sebelum Ramadan

Sabtu, 14 Juli 2012 17:29 WIB
Tempat Hiburan di Jambi Tutup Sebelum Ramadan
google

TRIBUNNEWS.COM, JAMBI - Pemerintah Kota Jambi telah membuat surat imbauan dan instruksi penutupan tempat hiburan saat puasa hingga Idul Fitri nanti. Surat itu tinggal menunggu pengesahan dari Wali Kota Jambi dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jambi.

"Senin ini akan disahkan oleh wali kota, MUI serta Kemenag. Tadi kami baru rapat dengan Sekda, Muspida, lagi dibuat surat imbauan bersama Pemkot dengan MUI," ujar Rianto, Kasi Pengawasan dan Penyidikan Sat Pol PP Kota Jambi, Jumat (13/7/2012).

Ditambahkan Rianto, setelah disahkan Senin (16/7/2012) nanti surat imbauan tersebut segera diedarkan kepemilik tempat hiburan. Isi dari surat adalah semua tempat hiburan  harus ditutup selama puasa.
"Setelah diedarkan, tempat hiburan, panti pijat, tempat karaoke-karaoke itu tutup," katanya. Tentang lama penutupan, dimulai dari tiga hari sebelum puasa hingga dua hari setelah Lebaran. "Penutupan mulai H-3 dan H+2," katanya lagi.

Lantas bagaimana jika ada yang melanggarnya? Rianto mengatakan tentu akan diberikan sanksi oleh Pemkot, dan juga Sat Pol PP akan bertindak tegas jika ada tempat hiburan yang masih buka pada saat Ramadan.

"Bagi yang tidak menaatinya akan dikenakan sanksi, bisa saja pencabutan izin hiburannya,. Kita juga akan melakukan tindakan," ujarnya.

Ditambahkan Kabag Hukum Setda Kota Jambi, Edriansyah penutupan tempat hiburan itu sudah sesuai Perda Kota Jambi nomor 7 tahun 2002. "Ya ada di Perda nomor izin tempat hiburan nomor 7 tahun 2002," ujarnya.

Ketua Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) kota Jambi Arkani mengaku belum menerima surat edaran dari pemerintah Kota Jambi soal penutupan tempat hiburan selama Ramadan. Kepada Tribun Arkani mengatakan, kebiasaan sebelumnya PHRI akan segera menindak lanjuti surat tersebut kepada hotel atau restoran yang ada di bawah naungan PHRI.

PHRI bisa memastikan setiap imbauan yang disampaikan pemerintah terkait masalah perhotelan dan restaurant selalu disampaikan dan dilaksanakan. "Kita sampai saat ini belum menerima surat dari pemkot, kalau sudah kita terima akan segera kita tindak lanjut," kata Arkani, Jum'at (13/7/2012).

Selama Ramadan aktifitas di hotel dan restoran akan terus dipantau PHRI sebagai jaminan bahwa tidak ada tempat hiburan yang buka. Namun untuk aktivitas lainnya tetap berjalan seperti biasa.

PHRI juga menganjurkan kepada pihak hotel agar selama Ramadan tetap harus menyediakan makan khusus untuk menu berbuka dan makan sahur. Kebiasaan selama ini selalu ada, dan masing-masing hotel memiliki menu unggulan untuk berbuka dan sahur.

Editor: Hendra Gunawan
Sumber: Tribun Jambi
0 KOMENTAR
724301 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
    Jadilah yang pertama memberikan komentar
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas