• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Selasa, 2 September 2014
Tribunnews.com

Di Stikes Nusantara Kupang Pakai Sanggul Baru Ikut Ujian

Senin, 16 Juli 2012 19:52 WIB

Laporan Wartawan Pos Kupang, Vemmy Leo

TRIBUNNEWS.COM, KUPANG--Para mahasiswi peserta ujian Akhir Sekolah (UAS) pada Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) Nusantara Kupang, bisa mengikuti ujian kalau memakai sanggul. Jika syarat ini tidak dipenuhi, maka yang bersangkutan tidak diizinkan masuk ruangan untuk mengikuti ujian.

Ketentuan baru ini merupakan salah satu persyaratan yang harus dipenuhi mahasiswi peserta UAS di Stikes Nusantara Kupang tahun 2012 ini.

Disaksikan Pos Kupang, Senin (16/7/2012), sejumlah mahasiswi jurusan kebidanan dan keperawatan yang sedang mengikuti ujian di salah satu ruangan kampus, mengenakan sanggul.

Sanggul berukuran kecil itu ada yang berbentuk bunga dan bulat. Tak ada rambut yang terurai di leher atau bahu. Sementara itu para mahasiswa tampak rapi dengan baju dan rambut yang dipotong pendek.

Satu ruangan ditempati oleh 25 peserta ujian. Soal ujian ditayangkan lewat monitor LCD yang sudah terpasang di setiap ruangan. Setiap soal ujian memiliki durasi pengerjaan selama 12 menit, setelah itu soal berikut akan muncul dan soal sebelumnya tidak ditayangkan lagi di LCD. Karenanya peserta harus serius dan cermat menggunakan waktuyang telah dibatasi tersebut.

Ketua Harian Stikes Nusantara Kupang, Rudizon Doko Patty, S.E, ditemui di ruang kerjanya, Senin (16/7/2012) siang, mengatakan, kebijakan kampus itu baru diterapkan Juli 2012 ini. Saat ditemui, Rudizon ditemani sejumlah Pembantu Ketua (PK) diantaranya PK I, Marince Aplonia, PK III Andi Zaenudil, PK IV Lodwyq Rumihin, SKM dan Ketua pelaksana UAS, Asty Hidaf, S.Kom.

Rudizon berharap kebijakan ini bisa didukung oleh mahasiwa/i dan segenap dosen pengajar di Stikes Nusantara Kupang.

Marlynce mengatakan, kebijakan itu diterapkan selain untuk meningkatkan performance dan jati diri mahasiswi, untuk kerapian dan kedisplinan, juga agar terjamin keamanan alias safety saat menjalankan praktek ujian.

"Dengan mengenakan sanggul maka keamanan lebih terjamin. Kalau rambutnya terurai, tidak disanggul maka bisa diminimalisir kemungkinan rambut jatuh atau mengenai peralatan medis atau bahan kimia/ obat," kata Marlyn.

Sementara itu Asty mengatakan, UAS bulan Juli 2012 ini diikuti oleh 600-an peserta mahasiswa/i dari jurusan Keperawatan, Kebidanan dan Ilmu Gizi.

Sedangkan Andi dan Lodwyq menjelaskan, kebijakan mengenakan sanggul ini tidak saja berlaku untuk mahasiswi saat ujian tapi juga saat kuliah sehari-hari. "Mulai Juli ini mahasiswi Stikes Nusantara Kupang wajib mengenakan sanggul saat kuliah maupun ujian," kata Lodwiq.*

Berita Terkait :

Editor: Budi Prasetyo
Sumber: Pos Kupang
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
730391 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
    Jadilah yang pertama memberikan komentar
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas