Perampok di Kampus Akademi Teknologi Kulit Terekam CCTV

Kawanan rampok beraksi di kampus Akademi Teknologi Kulit (ATK), Jl Ring Road Selatan, Bantul, Senin (16/7/2012) pukul 03.00.

Perampok di Kampus Akademi Teknologi Kulit Terekam CCTV
int
ilustrasi

Laporan Reporter Tribun Jogja, Yoseph Hary W

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Kawanan rampok beraksi di kampus Akademi Teknologi Kulit (ATK), Jl Ring Road Selatan, Bantul, Senin (16/7/2012) pukul 03.00.

Gilang Adiyacandra (19) dan Deny Setiawan (25), satpam di kampus tersebut juga ditodong pedang serta disekap dalam kondisi terikat oleh perampok yang diperkirakan berjumlah enam orang.

Ruang keuangan dan administrasi di lantai II kampus itu pun diacak-acak. Uang lebih dari Rp 200 juta di dalam brankas raib digondol perampok.

Deny Setiawan (25), satpam asli Jetis Bantul mengaku selain ditodong dengan pedang, juga dipukul tiga kali di bagian kepala. Gilang, satpam asal Prambanan mengatakan, mereka berdua tak bisa berkutik karena setelah ditodong pedang lalu diikat dengan tali.

Pagi itu, kira-kira pukul 03.00, kedua satpam itu berjaga di lobi kampus yang berpintu kaca. Jarak lobi dengan pos satpam yang berada di dekat pagar tepi jalan kira-kira 30 meter.

Ketika keduanya sedang berjaga sembari menonton televisi di lobi, tiba-tiba muncul beberapa orang menggedor pintu kaca. Gilang dan Deny sempat menanyai gerombolan yang beberapa di antaranya bertopeng kain sarung, apakah mereka mahasiswa.

Namun dia mengaku heran karena biasanya tidak relevan jika mahasiswa datang di waktu subuh. Belum sempat melanjutkan pertanyaannya, para perampok memecah kaca lobi itu dengan 'gagang' pedang.

Kaca tersebut pecah, ketika Gilang menyadari mereka adalah gerombolan perampok. Dalam waktu cepat dua perampok masuk dan menodongkan pedang pada leher Deny.

"Saat itu saya lari mau mengambil ponsel di sofa. Tapi dua perampok lainnya mengejar saya dan menodongkan pedang juga. Deny dipukul tiga kali," kata Gilang, ditemui di lokasi.

Halaman
12
Editor: Anwar Sadat Guna
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2016
About Us
Help