Sabtu, 28 Maret 2015
Tribunnews.com

Hilang 11 Tahun Kuburan Warga Lampahan Ditemukan

Rabu, 18 Juli 2012 10:53 WIB

Hilang 11 Tahun Kuburan Warga Lampahan Ditemukan
surya
Ilustrasi

TRIBUNNEWS.COM, REDELONG - Masyarakat Kampung Bandar Lampahan, Kecamatan Timang Gajah, Kabupaten Bener Meriah, Senin (16/7/2012) membongkar satu kuburan massal, berisi tiga kerangka manusia yang masih bisa dikenali. Kuburan itu ditemukan di kebun kopi milik salah satu warga Kampung Bumi Ayu, Blok C Lampahan.

Ketiga kerangka manusia korban konflik itu diyakini warga setempat sebagai penduduk Kampung Bandar, Lampahan, Kecamatan Timang Gajah, yang telah hilang sejak 11 tahun silam. Menurut keluarga korban, ciri-ciri pakaian yang ditemukan masih lengkap, sehingga mudah dikenali.

Dalam proses penggalian itu, sempat diwarnai isak tangis keluarga korban dan suasana berubah menjadi duka mendalam, ketika salah seorang warga yang mengaku keluarga korban berteriak histeris sambil mengatakan: "Itu gigi abang saya," teriak seorang wanita paruh baya yang menyaksikan proses penggalian. Tak lama, warga lainnya mencoba menenangkan wanita itu.

Selain ratusan warga, anggota Muspika Timang Gajah, mulai dari camat, Kapolsek dan Danramil Timang Gajah, ikut melihat penggalian kuburan itu, termasuk anggota PMI Bener Meriah. Penggalian kuburan korban konflik itu dimulai pukul 11.30 WIB sampai sore hari.

Sedangkan jarak tempuh menuju lokasi, sekitar satu kilometer dari jalan Bireuen-Takengon. "Sebagian yang hadir melihat penggalian ini, merupakan keluarga korban yang ingin memastikan kerangka manusia di kuburan itu," kata salah seorang warga.

Dilaporkan, adanya kuburan korban konflik di areal kebun kopi itu, setelah mendapat informasi dari salah seorang warga setempat yang mengetahui kuburan tersebut. Setelah dilakukan pengecekan, ternyata informasi tersebut benar dan berbagai pihak langsung dihubungi untuk proses penggalian.

Sementara itu, ketiga kerangka manusia yang ditemukan dalam satu liang telah dikenali pihak keluarga korban. "Bisa dipastikan, salah satu dari kerangka itu, ayah saya berdasarkan giginya," kata Indra Gunawan, salah seorang keluarga korban kepada Serambi (Tribun Network).

Halaman12
Editor: Dewi Agustina
KOMENTAR

TRIBUNnews.com © 2015

About Us

Help

Atas