• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Selasa, 21 Oktober 2014
Tribunnews.com

Hujan Turun, Debit Bah Bolon Siantar Naik

Rabu, 18 Juli 2012 20:39 WIB
Hujan Turun, Debit Bah Bolon Siantar Naik
Tribun Medan/ Adol Frian Rumaijuk
Warga Kota Pematangsiantar yang bermukim di pinggiran sungai Bah Bolon, nampaknya harus mencari tempat tinggal lain. Pasalnya, debit sungai selalu mengancam saat turun hujan.

Laporan Wartawan Tribun Medan/ Adol Frian Rumaijuk

TRIBUNNEWS.COM  PEMATANGSIANTAR - Warga Kota Pematangsiantar yang bermukim di pinggiran sungai Bah Bolon, nampaknya harus mencari tempat tinggal lain. Pasalnya, debit sungai selalu mengancam saat turun hujan.

Seperti pantauan www.tribun-medan.com satu minggu terakhir, jika hujan mengguyur kota ini akan berpengeruh signifikan terhadap peningkatan debit air sungai. Pasca banjir minggu lalu, tumpukan sampah dan tumbangnya beberapa pohon dan bambu masih menghalangi aliran sungai.

Kondisi ini diperparah lemahnya penanggulangan yang dilakukan instansi terkait pascabanjir. Sehingga, kondisi sungai nampaknya akan dibiarkan sesuai kehendak alam. Tanpa memberikan sentuhan agar banjir kemudian tidak menimbulkan korban.

Juga dilihat mulai dari sisi hulu diwilyah kota Pematangsiantar pascabanjir, belum ada langkah tindakan signifikan yang menyentuh aliran sungai. Apakah itu pembenahan saluran atau mengangkut timbunan sampah dan sebagainya.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah hingga, Rabu (18/7/2012) masih mendirikan tenda darurat dan nampaknya hanya menunggu turunnya hujan dan musim akan berubah menjadi musim kemarus. Saat dinyatakan musim kemarau, maka warga yang tinggal ditenda pengungsian baru akan diperbolehkan kembali ke rumah masing-masing.

Melihat letak rumah penduduk juga tampaknya tidak layak huni. Dimana, sebahagian lantai rumah tidak jauh dari permukaan air sungai. sehingga saat debit air mengalami peningkatan sedikit saja, akan menggenangi lantai rumah dan saat terjadi debit air semakin besar akan menenggelamkan rumah warga.

Jalan satu-satunya adalah bagaimana warga untuk mendapatkan tempat tinggal baru. Dengan bantuan pemerintah setempat. Dimana ketegasan pemerintah setempat untuk merelokasi warga yang bermukim tepat dibibir sungai juga dibutuhkan. Sehingga, banjir yang terjadi pun tidak akan menimbulkan korban. Setidaknya bisa mengurangi korban yang mungkin terjadi.

Tungkul pohon beringin yang tumbang di sekitar Jl Vihara juga masih sulit untuk disingkirkan dari tengah sungai. Sehingga, dikahwatirkan akan menjadi masalah dikemudian hari. Sebab, Pemko Pematangsiantar tidak memiliki dana untuk menggesernya. Sebelumnya, DPD Partai Nasdem yang diketuai Lingga Napitupulu telah berupaya dengan perlengkapan yang ada untuk menggeser pohon tersebut.

Hanya saja, dengan upaya yang dilakukan juga tidak bisa. Meski dilakukan secara cuma-cuma, tim Lingga saat itu tetap berupaya semampunya. Dengan mengerahkan mobil derek pribadi dan beberapa personil. Selama tujuh hari, hampir seluruh batang pohon tergeser dan tungkul sulit digeser karena terendam air sungai dan tidak bisa dilakukan pemotongan dengan gergaji mesin.

Seperti keberadaan jembatan di belakang RSUD dr Djasamen Saragih menuju Jl Pane, Kelurahan Simalungun, Kecamatan Siantar Timur masih tersangkut tungkul pohon bambu yang hanyut pada banjir kemarin. Sebahagian besar telah dihanyutkan warga secara bergotongroyong yang memakan waktu beberapa hari kemarin. Mereka berupaya dengan peralatan seadanya.

Berita  Terkait :

Editor: Budi Prasetyo
Sumber: Tribun Medan
0 KOMENTAR
737662 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
    Jadilah yang pertama memberikan komentar
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas