Minggu, 23 November 2014
Tribunnews.com

Uang Bangku Rp 600.000 Telah Disepakati Wali Murid

Rabu, 18 Juli 2012 14:14 WIB

Uang Bangku Rp 600.000 Telah Disepakati Wali Murid
TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Ali Anshori

TRIBUNNEWS.COM, KETAPANG -- Pungutan uang bangku sebesar Rp 600.000 per siswa yang dilakukan oleh SDN 07 Ketapang dianggap sudah sesuai dengan kesepakatan dari orang tua siswa.

Kepala SDN 07,  Arif Sunawan mengatakan, besarnya biaya masuk sekolah tersebut sejatinya sudah melalui proses musyawarah yang dilakukan antara pihak sekolah dengan wali murid. Sebelum daftar ulang dilaksanakan.

"Kita rapat tanggal 13 Juli sebelum masuk sekolah, kita berikan rincian biaya masuk sekolah sebesar itu, kalau keberatan ya kami tidak bisa memaksa. Namun biaya-biaya tersebut semuanya kembali pada murid tidak ada untuk sekolah," katanya.

Soal adanya pembelian bangku dan kursi, dia mengatakan, itu sudah menjadi standar bagi setiap sekolah rintisan. Bahkan lanjutnya, di beberapa daerah di Pontianak, harga kursi untuk anak sekolah jauh lebih mahal.

"Kursi itukan untuk anak sekolah juga, kalau misalnya dia naik kelas bisa dibawa. Ataupun kalau misalnya mereka akan pindah sekolah lain, ya kita ganti uangnya. Sedangkan ketika mereka sudah keluar sekolah, kita sampaikan kepada orang tua, apakah bangku tersebut mau disumbangkan atau dibawa pulang," tandasnya.

Mengenai adanya pembelian, buku, kata kepsek, itu juga sudah disampaikan dalam rapat. Bahwa pengadaan buku memang diakomodir sekolah, agar ada keseragaman, termasuk diantaranya beberapa buku paket yang harus dibeli. "Kita sudah sesuaikan, dan itupun harga bukunya sudah murah dibandingkan dengan yang asli. Sebab kita cetak sendiri," tandasnya, Rabu (18/7/2012).

Kepala sekolah mengatakan, sekolah yang dipimpinnya tersebut menerima calon siswa baru sebanyak 104 orang, sebelum masuk mereka harus menjalani tes terlebih dahulu. Kata dia, sejatinya ada sekitar 125 siswa yang mendaftar, namun setelah dilakukan seleksi tinggal 104 siswa.

Editor: Hendra Gunawan

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas