Sabtu, 22 November 2014
Tribunnews.com

Dadang dan Feri Ditembak saat Berusaha Kabur

Kamis, 19 Juli 2012 01:08 WIB

Dadang dan Feri Ditembak saat Berusaha Kabur
google
ilustrasi

TRIBUNNEWS.COM, BANGKO - Dua orang yang diduga pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor), berhasil ditangkap Tim Buser Polres Merangin, Selasa (17/7/2012), sekitar pukul 22.00.

Penangkapan ini dilakukan tak lama setelah kedua pelaku beraksi di Lorong Kampar.
Informasi yang diperoleh Tribun, pelaku bernama Dadang Abidin (18) dan Feri Ariansa (18), warga Desa Karang Baru, Kecamatan Muara Rupit, Kabupaten Musi Rawas, Sumsel.

Saat beraksi, pelaku sempat mengancam korban, Joko (40), menggunakan pisau, setelah tepergok saat akan mengambil motor. Pelaku kemudian berhasil membawa kabur sepeda motor jenis Honda Revo berpelat BH 2274 FU.

Setelah kejadian, korban langsung melapor ke Polres, tidak jauh dari TKP. Mendapatkan laporan tersebut, anggota Buser bersama korban langsung melakukan pengejaran ke arah Sarolangun dengan mengendarai mobil.

Petugas langsung tancap gas dan berhasil membuntuti pelaku. Agar tidak curiga, polisi kemudian menyalip kedua pelaku yang berboncengan mengendarai sepeda motor curian. Tetapi, pelaku malah tidak terlihat lagi melaju di belakang mobil.

Petugas lantas putar balik ke arah Bangko. Korban diminta untuk mengamati setiap motor yang lewat. Dalam perjalanan, korban melihat motornya dan pelaku ada di pondok.

Pelaku rupanya berteduh karena turun hujan. Tidak ingin buruannya kabur, petugas yang lain segera turun dari mobil dan langsung menyergap. Kedua pelaku sempat mencoba melarikan diri ke arah kebun sawit, tetapi petugas berhasil mengatasinya dengan memuntahkan timah panas ke arah kaki pelaku.

"Pelaku ini kita tangkap di daerah Tanjung Lamin saat berteduh. Mereka mencoba kabur ketika akan ditangkap," ujar Kapolres Merangin, AKBP A Nanan Setyo Utomo melalui Kasat Reskrim AKP Syamsi Ubai, di RSUD Kol Abunjani, Bangko.

Dijelaskannya, tersangka diduga sebagai pelaku curanmor yang kerap terjadi di Kota Bangko. Komplotan ini diduga lebih dari satu orang, tetapi saat beraksi di Lorong Kampar, yang terlihat hanya dua orang pelaku.

"Kalau pengakuannya, mereka ke Bangko naik mobil. Motornya dititipkan di Singkut. Tetapi, ini akan kita sidik terlebih dahulu, untuk kebenaran pengakuan tersebut," kata Kasat Reskrim.

Pantauan Tribun, kedua pelaku dibawa ke RSUD Kol Abunjani untuk mendapatkan perawatan akibat luka tembak di kaki kiri mereka.

"Saya menyesal sekali Pak. Saya kapok Pak," ucap Feri, seorang pelaku kepada Tribun. Feri mengaku mencuri motor karena terpaksa. Ia juga mengaku baru dua kali mencuri, yaitu di Sarolangun dan di Bangko, sebelum akhirnya tertangkap.

"Keluarga kami miskin, jadi mencuri motor untuk uang jajan. Saat mencuri pertama, motor kami jual seharga Rp 2 juta. Uangnya kami bagi dua dengan Dadang," ungkap Feri.

Ditambahkannya, pisau yang dibawa dan dipakai mengancam korban, ia beli di Pasar Singkut, Sarolangun. Sementara kunci T, didapat dari seorang temannya.

"Motor yang kami curi tadi akan kami jual ke Maur (Kecamatan Rupit, Musi Rawas). Di sana sudah ada yang siap membeli," kata Feri sambil terus memejamkan mata karena menahan sakit akibat peluru yang bersarang di paha kirinya.

Di Kerinci, polisi juga berhasil menangkap pelaku curanmor. AR (35), Warga Desa Sungai Ning, Kota Sungaipenuh, yang merupakan tersangka pencurian sepeda motor, harus rela kakinya tertembus timah panas, saat mencoba melarikan diri dari kejaran polisi.

BACA JUGA:

Editor: Anwar Sadat Guna
Sumber: Tribun Jambi

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas