• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Sabtu, 1 November 2014
Tribunnews.com

Ada Buaya 1 Ton di Belakang Ruko Mei Siang

Minggu, 22 Juli 2012 20:09 WIB

Ada Buaya 1 Ton di Belakang Ruko Mei Siang
(TRIBUN KALTIM/DOAN PARDEDE)
Buaya 1 ton

Laporan Wartawan Tribun Kaltim, Doan pardede

TRIBUNNEWS.COM, SAMARINDA - Siapa sangka, di halaman dalam rumah toko (ruko) Toko Remaja di Jl Jelawat 4-H RT 018, Sungai Dama, Samarinda  Ilir terdapat seekor buaya seberat sekitar 1 ton dengan panjang 7 meter.

Sekilas dari luar, pemandangan ruko tak ubahnya ruko lainnya. Dengan lebar bangunan sekitar 5 meter dan panjang kebelakang 30 meter. Dibelakang ruko, terdapat sebuah halaman seluas sekitar 6 meter kali 3 meter dibangun sebuah kolam yang airnya sudah berwarna hijau gelap. Tentu saja, tempat ini tertutup dari luar dan hanya dapat dimasuki dari pintu depan ruko.

Dengan alasan tertentu, pemilik buaya, Mei Siang istri dari Gong Sun akan menitipkannya di Mini Zoo Perumahan Alaya, Samarinda, Minggu (22/7/2012).

Untuk memindahkannya saja ke atas truk, setidaknya membutuhkan tenaga belasan orang dewasa. Sontak saja, proses pengangkutan buaya berukuran besar tersebut menyedot perhatian pengguna  jalan yang melintas diseputaran jalan Jelawat.

Menurut Mei, dulunya ia dan suami mempunyai 2 ekor buaya di kolam yang sama. Namun, baru- baru ini, seekor buayanya mati setelah dirawat selama lebih dari 30 tahun. Suasana di belakang ruko, tempat hidup buaya memang terlihat sangat cocok dengan habitat buaya seperti biasa terlihat di kebun binatang pada umumnya. Lembab dan terhalang sinar matahari secara langsung. "Kami rawat dari kecil, kita beli dari Bontang," kata Mei.

Tentang makanan, menurutnya tidaklah sulit mendapatkannya. Daging ayam dan ikan yang banyak terdapat di sekitar pasar tradisional Sungai Dama menjadi menu kesukaan buaya."Sekali 3 hari pasti kita berikan 5 ekor ayam. Perawatannya tidak banyak, cukup sering disiram saja," katanya.

Terkait maksud keluarganya memelihara buaya, ia mengaku tidak ada alasan khusus selain hobi. Apalagi hal-hal berbau mistis.  Setelah buaya yang selama 30 tahun tak diberi nama ini dipindahkan, ia mengaku akan menggantinya dengan buaya lain yang lebih kecil. Dan kabarnya, ia sudah mendapatkan bibit buaya yang juga berasal dari Bontang.

"Memang suami saya suka pelihara binatang. Bukan hanya buaya, ada penyu di belakang. Tidak ada maksud apa-apa, memang hobi. Kami hanya menitipkannya ke kebun binatang. Jadi, bukan dijual, sekali lagi bukan dijual. Hanya dititipkan," pungkasnya.

Editor: Hendra Gunawan
Sumber: Tribun Kaltim
0 KOMENTAR
750342 articles 0 0
Default
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
    Jadilah yang pertama memberikan komentar

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas