• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Minggu, 26 Oktober 2014
Tribunnews.com

Melanggar Kode Etik, Dua Jaksa Disanksi Tak Naik Pangkat

Minggu, 22 Juli 2012 15:33 WIB
Melanggar Kode Etik, Dua Jaksa Disanksi Tak Naik Pangkat

Laporan Wartawan Tribun Timur, Rudhy

TRIBUNNEWS.COM, MAKASSAR -- Dua jaksa di lingkup Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Selatan akhirnya mendapatkan sanksi atas perbuatannya karena terbukti melakukan pelanggaran kode etik kejaksaan.

Sanksi tersebut berupa penundaan pangkat selama satu tahun lamanya. Namun identitas kedua jaksa tersebut tidak dibeberkan oleh Asisten Pengawasan (Aswas) Kejati Sulsel Sugeng Purnomo usai mengikuti upacara memperingati Hari Bhakti Adhyaksa ke 52 yang digelar di halamana kantor Kejati Sulsel, Minggu (22/7/2012).

"Kami belum bisa menyebutkan identitas bersangkutan, karena dari satu diantara dua orang tersebut sanksinya masih dalam tahap pembahasan. Tapi yang jelas dia sudah terbukti melanggar kode etik kejaksaan," tegas Sugeng kepada awak media di kantornya.

Berdasarkan data yang dihimpun Tribun di kejaksaan, dalam kurun waktu enam bulan. Mulai Januari-Juli 2012, bagian Pengawasan Kejati Sulsel mendapatkan dan menerima 18 laporan tentang tindakan pelanggaran kode etik dan indisipliner jaksa di wilayah kejaksaan se Sulselbar.

"Salah satunya adalah tindakan tak terpuji. Yang pasti jikq hukumannya hanya setahun penundaan pangkat, pasti pelanggarannya juga tidqk terlalu berat," ujarnya.

Dia mengatakan, dari 18 aduan yang diterima bidang pengawasan, 11 aduan diantaranya sudah dituntaskan dengan rincian sembilan aduan tidak terbukti, dua aduan terbukti dan sudah ditindaklanjuti bahkan sanksimya pun sudsh diterbuktikan berdasarkan keputusan yang berlaku.

"Dari dua orang yang terbukti secara sah, satu diantaramya masih dalam penyusunan sanksi apa yang dikenakan. Tapi yang pasti dia terbukti bersalah," tambahnya, mengaku rata-rata aduan adanya pelanggaran indisipliner yang dilakukan berasal dari daerah.

Namun Aswas Kejati Sulsel ini yang didesak sejumlah media untuk menyebutkan identitas oknum jaksa yang mendapatkan sanksi tersebut, Sugeng tetap bersikukuh pada pendiriannya tetap tak mengubtis pertanyaan wartawan.

Tapi secara umum, Sugeng menjelaskan kalau laporan yang paling banyak diterima oleh bagian pengawasan mayoritas adalah menyangkut proses penanganan kasus korupsi yang lamban diselesaikan penyidik lantaran faktor lain.

Namun saat ditanya apakah kedua oknum tersebut merupakan jaksa nakal, seperti ,menerima suap atau gratifikasi, melakukan tndak pidana kriminal hingga lalai pada tugas dan tanggungjawabnya. Sugeng membantahknya dan berkata.

"Yang pasti keduanya bukan jaksa nakal," ucap Sugeng yang tetap enggan menyebutkan siapa kedua jaksa dan pelanggaran yang dilakukannya.

Sementara itu, Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sulsel Fietra Sany mengatakan, merujuk pada laporan bagian pengawasan dimana terdapat 18 laporan dan hanya dua yang terbukti menunjukkan kalau banyak laporan terhadap kinerja jaksa juga tidak benar dan banyak fitnah.

Baca juga:

Editor: Hendra Gunawan
Sumber: Tribun Timur
0 KOMENTAR
749522 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
    Jadilah yang pertama memberikan komentar
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas