• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Selasa, 2 September 2014
Tribunnews.com

Insentif Guru Honor Swasta Kembali Molor

Selasa, 24 Juli 2012 19:52 WIB
Insentif Guru Honor Swasta Kembali Molor
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Ratusan guru honorer dari berbagai daerah di Indonesia yang tergabung dalam Forum Honorer Indonesia (FHI), berunjukrasa di depan Istana Merdeka, Jakarta Pusat

Laporan Wartawan Tribun Kaltim, Doan Pardede

TRIBUNNEWS.COM, SAMARINDA - Pencairan seluruh insentif guru honorer sekolah swasta kembali molor. Padahal,  Pemerintah Kota Samarinda menjanjikan akan mencairkan seluruh insentif paling lama seminggu kedepan sejak 11 Juli lalu. Namun hingga saat ini, baru 50 persen insentif yang dicairkan.

"Hingga saat ini, insentif yang dicairkan masih berkisar antara 40 - 50 persen," kata Wahyudi, Ketua   Pegawai Tidak Tetap Harian Federasi Serikat Pendidikan, Pelatihan dan Pegawai Negeri (PTTH Fesdikari) kepada Tribun, Selasa (24/7/2012).

Seperti diketahui, insentif yang dituntut guru honor swasta adalah triwulan pertama 2012 sebesar Rp 1 juta rupiah perbulan untuk guru honor swasta (Provinsi Rp 300 ribu dan kota Rp 700 ribu) sementara Tata Usaha (TU) Rp 350 ribu. Terhitung hingga saat ini, insentif sudah telat 7 bulan dan seharusnya sudah masuk pencairan insentif triwulan kedua tahun 2012. Di Samarinda, guru honor ada sekitar 3500 orang dan TU 1500 orang.

Perwakilan PTTH Fesdikari, yang sesuai kesepakatan tanggal 11 Juli lalu juga dilibatkan dalam, proses administrasi yang selama ini disebut-sebut sebagai penghambat lambatnya proses pencairan. Selain dari PTTH Fesdikari, juga diturunkan 2 staf dari Disdik bergabung dengan tim keuangan ditambah 1 staf dari inpekstorat daerah. Badan Pengelola  Aset dan Keuangan (BPKAD) Samarinda senditri memastikan bawa tidak ada masalah terkait ketersediaan dana.

Oleh karena itu menurut Wahyudi, untuk pencairan insentif atahap II sebaiknya tidak lagi menggunakan cara lama yaitu berkas di serahkan ke kepala sekolah, lalu ke diknas kemudian diverifikasi BPKAD. Tapi cukup dikumpulkan ke panitia perkecamatan.

"Kita sudah melihat bahwa kendalanya memang administrasi. Kalau kemarin itu, dari Kepala sekolah, Diknas dan BPKAD. Jadi banyak berkas menumpuk di dinas. Tapi sekarang beda, dengan sistem kita. Itu nanti berkas diserahkan ke pengurus masing-masing kecamatan. Yang mana yang Rp 700 atau Rp 300 cukup mereka (PTTH kecamatan) saja yang memilah," katanya.

Untuk pencairan tahap I, sesuai pengamatannya memang keterlambatan pencairan ada pada BPKAD Samarinda.

"Memang kita saat ini sudah tidak ada arah untuk demo karena memang sudah dilibatkan langsung. Sudah melihat langsung proses pencairan. Harapan kita sebelum lebaran semua sudah clear," katanya.

Dan untuk pencairan insentif tahap II, menurutnya tidak ada alasan lagi bagi pemkot untuk menunda karena berkas sudah dilengkapi masing-masing guru sesuai data pencairan tahap I.

"Sementara proses tahap I berjalan, proses tahap II juga kita lihat sudah berjalan ini. Surat edaran juga baru diedarkan kemarin dan selambat - lambatnya dikumpulkan tanggal 31 Juli ini. Maka kita harapkan, kepala sekolah segera mengambil edaran di PTTH kecamatan. Kita dengar juga untuk tahap II ini sekaligus dengan TPP (Tunjangan Perbaikan Profesi) dibayarkan. Kita harapkan tidak ada halangan dan tepat waktu karena sudah mau lebaran," harapnya.

Editor: Hendra Gunawan
Sumber: Tribun Kaltim
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
758212 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
    Jadilah yang pertama memberikan komentar
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas