Pemilihan Gubernur Sumut

Sutan Bhatoegana: Saya Mencalonkan Gubernur Karena Peduli

Ketua Komisi VII DPR RI Sutan Bhatoegana menjelaskan, pencalonan dirinya untuk maju sebagai calon gubernur Sumatera Utara bukan untuk mencari

Sutan Bhatoegana: Saya Mencalonkan Gubernur Karena Peduli
dok
Sutan Bhatoegana, Politisi Partai Demokrat

Laporan Wartawan Tribun Medan, Irfan Azmi Silalahi

TRIBUNNEWS.COM, MEDAN - Ketua Komisi VII DPR RI Sutan Bhatoegana menjelaskan, pencalonan dirinya untuk maju sebagai calon gubernur Sumatera Utara bukan untuk mencari kerja. Ia malah mengaku justru kini pekerjaannya cukup banyak yang dilakukannya di Jakarta.

"Ketua Demokrat Anas mengatakan sama saya, bahwa level saya itu seharusnya menteri bukan gubernur. Tetapi saya yakin, pencalonan gubernur saya tujuannya mulia meski sangat besar kemungkinan saya untuk jadi menteri," ujar Sutan Bhatoegana, Selasa (31/7/2012).

Ditemui Tribun Medan (Tribun Network) sesaat setelah membuka event Pildacil 2 di lantai 5 Millenium Plaza Medan, Sutan menambahkan berkali-kali tidak ada urusan dirinya mencari kerja dalam hal pencalonannya sebagai gubernur.

"Loh, Anda gimana sih. Saya ini sudah cukup terkenal. Pencalonan sebagai gubernur justru karena saya peduli. Mantap kan, mainkan barang tu," ujarnya sembari tertawa.

Selain itu meski berada sebagai tokoh penting Partai Demokrat, bukan berarti ia membatasi pencalonan bakal calon gubernur dari partai tersebut. Dijelaskannya, Demokrat selalu fair, bahkan jika ada calon diluar kader partai, pihaknya secara terbuka mempersilahkan dengan hati terbuka.

"Kok empat, sembilan kalau perlu calon gubernur dari Demokrat. Tetapi harus ada mekanismenya nanti kan ada rapat yang menentukan siapa tokoh paling populer untuk menentukan siapa yang bakal maju," ujarnya.

Selain menyinggung masalah pencalonan dirinya sebagai gubernur, selama bulan ramadan ini Sutan pun banyak bercerita terkait para pejabat daerah dan pusat yang gemar naik haji.

Sutan menjelaskan, seharusnya naik haji cukup dilakukan sekali dan bukan berkali-kali.

"Kalau ada pejabat naik haji berkali-kali kita tuntut saja. Awak pun pingin benar naik haji. Naik haji itu cukup sekali bukan berkali-kali. Beda ceritanya dengan umroh. Macam orang tu saja yang mau naik haji, berikan dong sama yang belum naik haji," ujarnya.

Sore hari itu, Sutan pun banyak membuat tertawa pengunjung. Di bulan Ramadan ini, ia menyebut kaum setan sangat menakuti Sutan. "Kalau di hutan Sutan datang setan bilang, awas Sutan datang. Paten barang tu kan," ungkapnya.

Baca Juga:

Editor: Dewi Agustina
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di

BERITA REKOMENDASI

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved