• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Jumat, 18 April 2014
Tribunnews.com

Setelah Dihamili Oknum Polisi Telantarkan Sang Kekasih

Selasa, 31 Juli 2012 22:07 WIB

Laporan Wartawan Pos Kupang, Eginius Moa

TRIBUNNEWS.COM, RUTENG - Malang nasib EU (22). Masa pacaran serba indah dijalaninya bersama oknum anggota Polres Manggarai berinisial FSU. Namun setelah tahu ada janin tumbuh di rahim EU, FSU tak pedulikan hingga lahir seorang anak laki-laki, April 2012 lalu.

"Sudah dua kali kami datang ke Polres Manggarai minta diselesaikan. Tapi belum ada tindakan tegas dari kepolisian. Masa depan anak kami sudah hancur, dia harus tanggung bayi yang dilahirkan," keluh ayah EU, Fridus Parera kepada Pos Kupang (Tribun Network) di Ruteng, Senin (30/7/2012) petang.

Terlintas dalam benak, kata Fridus, apakah anggota polisi boleh bebas menjalin hubungan kemudian menghamili, lalu tidak bertanggungjawab dan tidak diproses hukum? Fridus mengaku siap menerima resiko paling buruk, anaknya membesarkan bayi yang dilahirkan tanpa ayah.

"Saya pernah ke Iteng (Kecamatan Satar Mese) bertemu orangtua FSU, tak ada tanggapan sampai sekarang. Kami tidak tuntut dengan belis besar, asal dia tanggung jawab kepada anak saya dan bayinya," kata Fridus.

Namun, Fridus menyangsikan niat baik FSU akan bertanggungjawab. Kalau FSU merasa punya istri dan bayi, dia tidak membiarkan istri dan anaknya menderita seperti saat ini.

Juru bicara Polres Manggarai, Ipda Simon Jeo, menyilahkan korban melaporkan kepada Penyidik Perempuan dan Anak (PPA) Polres Manggarai. Kasus serupa, kata Simon, pernah dilaporkan 26 Januari 2011 dan FSU sudah dijatuhi sanksi penundaan kenaikan pangkat setingkat hukuman badan 21 hari, sidang 21 Mei 2011.

FSU yang disebut memiliki anak dari EU, kata Simon, menyilahkan dilakukan uji deoksyribo nuclead acid (DNA).

"Dia katakan silahkan saja ambil darahnya untuk dicocokkan dengan darah anak yang dilahirkan EU. Menurut dia sejak dijatuhi sanksi disiplin, dia tidak berhubungan lagi," kata Simon menirukan FSU.

EU mengisahkan perkenalan sampai pacaran dengan FSU dimulai 2010 hingga suatu ketika dia hamil di tahun 2011. FSU kemudian tinggal serumah dengan EU di rumah EU di Kedutul Kelurahan Watu, Kota Ruteng. FSU juga menyampaikan kepada orangtua EU bahwa dia akan mengajak orangtuanya mengurus adat.

"Saya sampaikan kepada FSU, saya hamil. Dia jawab terserah, itu resiko," kata EU menirukannya.

Perubahan prilaku FSU mulai Desember 2011. Dia meninggalkan EU yang sedang hamil sampai dia melahirkan bayi laki-laki pada 23 April 2012. Menurut EU, tak ada cekcok antara dia dengan FSU yang memaksanya angkat kaki dan meninggalkan dia dan anaknya.

Baca Juga:


Editor: Dewi Agustina
Sumber: Pos Kupang
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
782562 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI KOMENTAR SAYA
Atas