Sabtu, 31 Januari 2015
Tribunnews.com

Setelah Dihamili Oknum Polisi Telantarkan Sang Kekasih

Selasa, 31 Juli 2012 22:07 WIB

Laporan Wartawan Pos Kupang, Eginius Moa

TRIBUNNEWS.COM, RUTENG - Malang nasib EU (22). Masa pacaran serba indah dijalaninya bersama oknum anggota Polres Manggarai berinisial FSU. Namun setelah tahu ada janin tumbuh di rahim EU, FSU tak pedulikan hingga lahir seorang anak laki-laki, April 2012 lalu.

"Sudah dua kali kami datang ke Polres Manggarai minta diselesaikan. Tapi belum ada tindakan tegas dari kepolisian. Masa depan anak kami sudah hancur, dia harus tanggung bayi yang dilahirkan," keluh ayah EU, Fridus Parera kepada Pos Kupang (Tribun Network) di Ruteng, Senin (30/7/2012) petang.

Terlintas dalam benak, kata Fridus, apakah anggota polisi boleh bebas menjalin hubungan kemudian menghamili, lalu tidak bertanggungjawab dan tidak diproses hukum? Fridus mengaku siap menerima resiko paling buruk, anaknya membesarkan bayi yang dilahirkan tanpa ayah.

"Saya pernah ke Iteng (Kecamatan Satar Mese) bertemu orangtua FSU, tak ada tanggapan sampai sekarang. Kami tidak tuntut dengan belis besar, asal dia tanggung jawab kepada anak saya dan bayinya," kata Fridus.

Namun, Fridus menyangsikan niat baik FSU akan bertanggungjawab. Kalau FSU merasa punya istri dan bayi, dia tidak membiarkan istri dan anaknya menderita seperti saat ini.

Juru bicara Polres Manggarai, Ipda Simon Jeo, menyilahkan korban melaporkan kepada Penyidik Perempuan dan Anak (PPA) Polres Manggarai. Kasus serupa, kata Simon, pernah dilaporkan 26 Januari 2011 dan FSU sudah dijatuhi sanksi penundaan kenaikan pangkat setingkat hukuman badan 21 hari, sidang 21 Mei 2011.

Halaman12
Editor: Dewi Agustina
Sumber: Pos Kupang
KOMENTAR ANDA

TRIBUNnews.com © 2015

About Us

Help

Atas