Simulator di Flores Timur Belum Dioperasikan

Simulator di Satlantas Polres Flores Timur belum dioperasikan karena daya listrik tidak mencukupi. Tenaga operator sudah siap karena telah mengikuti

Simulator di Flores Timur Belum Dioperasikan
TRIBUNNEWS/Ferdinand Waskita
Alat simulator roda dua untuk uji pembuatan SIM di Kantor Satpas SIM di Jalan Daan Mogot, Cengkareng, Jakarta Barat, Rabu (1/8/2012). TRIBUNNEWS/Ferdinand Waskita

Laporan Wartawan Pos Kupang, Gerardus Manyella

TRIBUNNEWS.COM, LARANTUKA - Simulator di Satlantas Polres Flores Timur belum dioperasikan karena daya listrik tidak mencukupi. Tenaga operator sudah siap karena telah mengikuti pelatihan. Sementara di Polres Lembata kemudi simulator kendaraan roda empat (R4) mengalami gangguan, tidak bisa dikendalikan, agak kaku.

Kasat Lantas Polres Flotim, Iptu M Nur Daud, didampingi Kasubag Humas, Ipda, I Nyoman Supartha, ditemui di Mapolres Flotim, Kamis (2/8/2012) mengatakan, alat tersebut sudah didatangkan beberapa bulan lalu.

Nur mengatakan, simulator sepeda motor masih bisa diangkat listrik yang terpasang di bagian Lantas Polres Flotim. Sedangkan simulator mobil sama sekali tidak bisa terangkat, tunggu penambahan daya.

Mengenai tenaga operator, Nur menjelaskan, dua orang sudah terampil karena telah mengikuti pelatihan. Jika dayanya sudah terpasang, sudah bisa dioperasikan. Selain kendala listrik, juga petunjuk teknis belum diturunkan. Tenaga operator masih menunggu juknis sehingga pelaksanaan di lapangan tidak salah.

Di Polres Lembata, simulator belum dimanfaatkan sebagai alat simulasi resmi pengujian SIM karena masih menunggu Peraturan Kapolri.

"Nanti lebih jelasnya tanya Pak Kasat," kata Operator simulator R4 Polres Lembata, Brigpol Abu Darong kepada Pos Kupang (Tribun Network) di sela-sela uji coba simulasi di ruang penyimpanan alat itu, Kamis (2/8/2012). Sejauh ini, simulator R4 masih pada tahap uji coba untuk melakukan sosialisasi.

Sedangkan operator R2, Brigpol Felix M Eluama, kepada Pos Kupang mengaku simulator sistem komputerisasi itu agak sulit dibandingkan manual.

"Agak sulit. Butuh konsentrasi. Tetapi uji coba seperti ini fair dan transparan. Hasilnya akan diketahui sendiri karena skornya akan di-print out," kata Felix.

Felix mengaku sudah mengikuti pelatihan dua kali di SPN Kupang dan prakteknya di Polda NTT. "Prinsip operasi R2 dan R4 tidak jauh berbeda," ujarnya.

Halaman
12
Editor: Dewi Agustina
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com © 2016
About Us
Help