• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Minggu, 21 September 2014
Tribunnews.com

Kayu Mahoni Tanpa Surat Izin Penebangan Disita

Rabu, 8 Agustus 2012 07:59 WIB

Laporan Wartawan Tribun Medan, Adol Frian Rumaijuk

TRIBUNNEWS.COM, SIMALUNGUN – Polres Simalungun menahan satu unit truk yang memuat kayu beberapa batang jenis mahoni yang baru ditebang dari Nagori Pematang Simalungun, Kecamatan Siantar, Kabupaten Simalungun, Selasa (7/8/2012).

Penahanan dilakukan lantaran surat-surat izin penebangan dan Surat Keterangan Asal-usul (SKAU) kayu diterbitkan instansi tak berwenang.

Pantauan di Jalan Suri-Suri, tepat di belakang eks Kantor Bupati Simalungun, beberapa pekerja menebangi kayu mahoni yang terdapat di pinggir jalan. Setelah dipotong dengan ukuran tertentu, kayu langsung dimasukkan ke bak dua truk colt diesel yang menunggu di tempat itu.

Di tempat itu juga tampak sebuah mobil derek BL 8941 A yang digunakan menarik dan menaikkan kayu kedalam bak truk.

Menurut Dino Purba, salah satu pekerja yang ditemui di lokasi, kayu itu akan mereka bawa ke show mill milik Idris di Serbelawan. Mereka berani menebangi kayu itu karena sudah mendapat izin pemangkasan dan penebangan yang dikeluarkan Kepala Dinas Pasar Kebersihan dan Pertamanan Kabupaten Simalungun, Jonni Kardos Saragih.

Dalam surat Nomor 511.2/3343/DPKB/2012 yang dikeluarkan tanggal 26 Juli 2012, yang ditujukan kepada Camat Siantar, Kadis Pasar menyatakan, sesuai hasil survey yang mereka lakukan di daerah itu ada 90 batang pohon mahoni yang harus dipangkas dan 30 lagi untuk ditebang.

Selain itu, pihaknya kata Dino telah mengantongi Surat Keterangan Asal-usul (SKAU) kayu yang dikeluarkan, Tapean Silaban, Kepala UPT pengendalian dan peredaran hasil hutan, Dinas Kehutanan (Dishut) Provinsi Sumut.

Dalam surat nomor seri 083885 tanggal 7 Agustus, Dishut Provinsi memberikan izin pengangkutan kayu dari Jalan Rajamin, Kecamatan Siantar, Kota Pematangsiantar kepada truk BB 8598 LY untuk dibawa ke UD Abadi di Serbelawan.

Ditambahkan dalam penebangan kayu turut bermain sejumlah oknum PNS dan dikawal salah satu oknum anggota Satpol PP Simalungun. Hanya saja ketika ditanyakan, oknum Satpol PP bermarga Sijabat itu membantah.

"Siapa yang bilang saya terlibat," katanya.

Saat penebangan berlangsung, dua pria yang mengaku sebagai aparat Polsek Bangun datang ke lokasi dan menanyakan penebangan. Setelah melihat Dino, kedua oknum itu langsung berbincang- bincang dan menyatakan sudah kenal lama. Mereka tampak akrab dan menyatakan sudah lama bermain kayu di wilayah Polsek Bangun.

"Waktu menebang kayu Jati di areal Bapak pun, kan jelasnya kita," kata Dino kepada oknum itu.

Setelah mengetahui siapa pemilik kayu, kedua oknum meminta surat izin penebangan kayu dan langsung berangkat dengan sepeda motornya untuk menemui Idris, pemilik show mill UD Abadi dan membiarkan penebangan berlanjut.

"Kalau yang ini kami kenalnya ini (Idris). Kami kesana lah menjumpainya," kata pria itu.

Baca Juga:


Editor: Dewi Agustina
Sumber: Tribun Medan
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
807112 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
    Jadilah yang pertama memberikan komentar
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas