• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Sabtu, 20 September 2014
Tribunnews.com

Puluhan Sak Gula Selundupan Diamankan Bea Cukai

Kamis, 9 Agustus 2012 10:53 WIB
Puluhan Sak Gula Selundupan Diamankan Bea Cukai
Serambi Indonesia/Budi Fatria
Petugas Bea dan Cukai Banda Aceh mengamankan puluhan sak gula impor yang disita dari gudang di kawasan Ulee Lheue, Banda Aceh, Rabu (8/8/2012).

TRIBUNNEWS.COM, BANDA ACEH - Petugas Kantor Bea dan Cukai Banda Aceh, kembali menangkap puluhan sak gula yang ditemukan menumpuk dalam kompleks sebuah gudang Gampong Deah Geulumpang, Kecamatan Meuraxa, Banda Aceh, Rabu (8/8/2012). Penyelundupan gula dari Sabang itu rencananya akan dijual ke Banda Aceh.

Informasi diperoleh, penangkapan gula selundupan itu dilakukan sekira pukul 10.00 WIB sesaat setelah kapal penyeberangan KMP BRR merapat ke dermaga Ulee Lheue, Banda Aceh.

Petugas mengangkut gula tersebut menggunakan dua mobil double cabin. Tak lama setelah gula selundupan itu tiba di Kantor Bea dan Cukai Banda Aceh, satu persatu pemilik gula itu mendatangi kantor tersebut.

Seorang pemilik gula, Bustami, menuding Petugas Bea dan Cukai Banda Aceh tidak selektif dan tebang pilih dalam melakukan penyitaan gula selundupan. Pasalnya, ada angkutan umum dengan bak terbuka yang jelas-jelas mengangkut puluhan sak gula dan turun dari kapal tapi tak ditangkap.

"Kami ini orang-orang kecil yang mencari keuntungan Rp 10 hingga Rp 20 ribu," kata Bustami dibenarkan pemilik gula lainnya, Muhammad.

Kepala Bea dan Cukai Banda Aceh, Beni Novri mengatakan petugas tidak mungkin membiarkan gula selundupan dari Sabang itu beredar luas di daratan. Karena berdasarkan Undang-undang Nomor 37/2000, gula tersebut hanya boleh beredar di wilayah Sabang.(mir)

Baca Juga:


Editor: Dewi Agustina
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
811371 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
    Jadilah yang pertama memberikan komentar
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas