• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Selasa, 29 Juli 2014
Tribunnews.com

Siswa SMKN Labuan Bajo Minum Air Rawa

Jumat, 10 Agustus 2012 19:20 WIB
Siswa SMKN Labuan Bajo Minum Air Rawa
tribun pontianak/ali anshori

Laporan Wartawan Pos Kupang, Jumal Hauteas

TRIBUNNEWS.COM, LABUAN BAJO -- Para siswa di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Labuan Bajo, hingga saat ini masih mandi dan cuci di air rawa. Itu terpaksa dilakukan karena ketiadaan jaringan air minum bersih di sekolah mereka. Padahal, letak sekolah ini hanya sekitar 500 meter dari rumah jabatan Bupati Manggarai Barat yang ditempati Bupati Drs. Agustinus Ch Dula.

Sejumlah siswi SMKN 1 Labuan Bajo, yakni Elisabet Jins (18), Maria Goreti Hasni (17), Hinda Finda Hadia (16), Ratiyana Putri (16), Emilia Yasmin (17), dan Ester Kando (16), yang ditemui Pos Kupang di lokasi air rawa, Jumat (10/8/2012),  menjelaskan, lokasi ini dikenal dengan air mahoni karena lokasi air ini berada pada hutan mahoni milik Komunitas SVD.

"Tidak ada jaringan air minum bersih di asrama dan sekolah. Jadi kami mandi dan cuci di sini. Untuk masak juga kami ambil di sini, karena memang tidak ada sumber mata air lain selain disini," kata Elisabeth dibenarkan teman-temannya.

Siswi kelas 2 jurusan perhotelan ini, mengatakan, sejak dirinya masuk sekolah dan tinggal di asrama sekolah, ia dan puluhan temannya harus mandi dan mencuci di air rawa tersebut. Bahkan untuk air minum, mereka juga mengambilnya dari tempat yang sama.

Maria Goreti Hasni (17) menambahkan, air yang dimanfaatkan untuk masak dan minum itu zat kapurnya sangat tinggi. Tapi karena tidak ada pilihan lain terpaksa tetap mengkonsumsi air tersebut.

Siswi lainnya, Emilia Yasmin (17) dari jurusan Usaha Perjalanan Wisata (UPW), dan Ester Kando (16), siswi kelas 2 jurusan Informatika Rekayasa Perangkat Lunak (RPL), mengharapkan perhatian pemerintah untuk membangun jaringan air minum bersih di Desa Batu Cermin dan di jalur SMKN 1 Labuan Bajo. Dengan demikian, masyarakat dan anak-anak sekolah yang tinggal di jalur tersebut dapat menikmati air minum bersih yang berkualitas dan baik untuk kesehatan.

"Sejak satu bulan lalu sudah ada pembukaan jaringan pipa di sekitar sekolah kami. Tetapi sampai saat ini juga belum ada airnya. Kami berharap nantinya akan ada air minum bersih dari jaringan pipa yang sudah terpasang tersebut sehingga kami tidak mandi air rawa dan minum air yang zat kapurnya tinggi ini," kata Maria.

Pantauan Pos Kupang, Jumat (10/8/2012), air rawa dengan panjang sekitar 100 meter ini dikelilingi lebih dari 1.000 pohon mahoni berusia di atas lima tahun. Meskipun  tanpa saluran air dari hulu, air rawa ini tetap ada sepanjang tahun.

Editor: Hendra Gunawan
Sumber: Pos Kupang
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
819562 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
    Jadilah yang pertama memberikan komentar
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas