• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Jumat, 24 Oktober 2014
Tribunnews.com

Hati-hati, Jalur Alternatif di Sumedang Rawan Kecelakaan

Rabu, 15 Agustus 2012 05:31 WIB
Hati-hati, Jalur Alternatif di Sumedang Rawan Kecelakaan
TRIBUNNEWS.COM/HERUDIN
foto ilustrasi

TRIBUNNEWS.COM, SUMEDANG - Kecelakaan maut tak bisa dihindari di jalur alternatif Parakanmuncang-Simpang, Senin (13/8/2012) malam. Akibat tabrakan itu dua pengemudi motor dari dua arah berlawanan tewas dengan luka mengenaskan.

Benturan keras dua motor dari arah berlawanan ini membuat kaget para tukang ojek yang mangkal di Kampung Cikondang, Desa Haurgombong, Kecamatan Pamulihan.

"Tabrakannya keras sekali. Dua motor dari arah yang berbeda itu tabrakan telak sekali dan pengemudinya sampai terlempar," kata saksi mata, seorang pengemudi ojek, kemarin.

Lokasi tabrakan sebenarnya jalan lurus, tapi tidak ada lampu penerangan jalan umum sehingga kondisi gelap. Tabrakan terjadi ketika motor Suzuki Spin Z 5899 AL yang dikemudian Firman (22) mencoba mendahului sebuah mobil di depannya.
Warga Panjalu, Ciamis, ini melaju dengan kecepatan tinggi dari arah Parakanmuncang ke Simpang dengan membonceng Ujang Suparman (16) asal Sukatani, Purwakarta.

Nahas, saat mencoba mendahului mobil yang tak diketahui pelat nomornya itu, dari arah berlawanan datang motor Yamaha Jupiter D 4123 HF yang dikemudikan Ade Zaenudin asal Sindanggalih, Kecamatan Cimanggung.

"Tabrakan tak bisa dihindari. Kedua pengemudi motor tewas dalam perjalanan ketika dibawa ke rumah sakit. Sedangkan Ujang yang dibonceng luka berat kaki kanannya patah," kata Kasat Lantas AKP Adanan Mangopang, Selasa (14/8/2012).

Kedua sepeda motor rusak berat akibat benturan yang keras. Tangis pecah di ruang instalasi kamar mayat. Keluarga pengemudi motor hanya bisa melihat kondisi mayat pengendara motor yang berlumuran darah.

Tewasnya dua pengendara motor ini menambah rangkaian panjang daftar orang tewas di jalan. Sudah 10 orang tewas akibat kecelakaan sejak awal Agustus ini.

One Way Tanjungsari
Arus mudik pada H-5 kemarin sudah mulai tampak yang masuk ke Sumedang. Para pemudik baik dari arah Bandung maupun Subang sudah mulai terlihat masuk jalur tengah.

Namun kedatangan kendaraan pemudik baik yang memakai mobil pribadi, bus, maupun motor masih belum terlihat melonjak.

Di jalur tengah Jatinangor-Tanjungsari-Sumedang-Tomo, kendaraan sudah sangat padat. Di kawasan Tanjungsari, Polres sudah mulai memberlakukan one way jika antrean kendaraan cukup memanjang dari arah Bandung maupun Sumedang.

Sistem buka-tutup segera dilakukan mulai dari Alun-alun Tanjungsari sampai Cinanjung yang berbatasan dengan Jatinangor. "One way diberlakukan jika kendaraan padat dari kedua arah baik dari Bandung maupun Sumedang," kata Adanan Mangopang, kemarin.

Ia menyebutkan jika kendaraan memanjang dari Jatinangor-Bandung maka kendaraan mulai ditutup dan dimasukkan ke bahu jalan mulai Alun-alun Tanjungsari. "Kendaraan dari arah Jatinangor bisa ditarik dengan pola one way sehingga antrean bisa diurai. Begitu juga sebaliknya," katanya.

Supaya tak terjadi antrean panjang dari arah Sumedang, sebagian kendaraan dari arah Sumedang tujuan Bandung juga dibelokkan masuk ke Simpang- Parakanmuncang.

Kepadatan kendaraan yang masuk ke Tanjungsari-Jatinangor dan sebaliknya tersendat di depan Pasar Tanjungsari dan pusat perbelanjaan modern sekitar Alun- alun. Polisi memprediksi kepadatan arus mudik akan mulai terasa Kamis (16/8) malam karena Jumat (17/8) sudah mulai libur.

KLIK JUGA:

Editor: Anwar Sadat Guna
Sumber: Tribun Jabar
0 KOMENTAR
833302 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
    Jadilah yang pertama memberikan komentar
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas