• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Sabtu, 25 Oktober 2014
Tribunnews.com

13 Rumah Rusak Akibat Ledakan Mercon Ponari

Kamis, 16 Agustus 2012 07:04 WIB
13 Rumah Rusak Akibat Ledakan Mercon Ponari
Surya/Hayu Yudha Prabowo‪
Ledakan petasan terjadi di sebuah rumah di Dusun Dusun Alas Gede, Desa Ngingit RT 20/RW 06, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang, Selasa (14/8/2012) malam, sekitar pukul 19.00 WIB.

TRIBUNNEWS.COM, MALANG - Insiden ledakan petasan mematikan terjadi di sebuah rumah di Dusun Dusun Alas Gede, Desa Ngingit RT 20/RW 06, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang, Selasa (14/8/2012) malam, sekitar pukul 19.00 WIB.

Saat itu suasana Dusun Alas Gede sedang sepi. Sebagian warga sedang mempersiapkan diri mengikuti tarawih.

Sementara Ponari dan Sodikin sibuk membuat petasan di dapur yang tidak terlalu luas. Belum bisa dipastikan malam itu Mistiani ada di ruang mana. Tetapi melihat tubuhnya juga hancur, diduga ia berada tak jauh dari suaminya dan Sodikin.

Menurut informasi yang dikumpulkan di lapangan, di rumah semi permanen itu tidak hanya ada Ponari, Mistiani dan Sodikin. Ada juga Seminah (65) ibu Mistiani yang malam itu sedang duduk di depan rumah.

Kedua anak Ponari, Putri dan Aji Winanto (2,5) sedang tidak ada di rumah. Putri sedang pergi entah kemana, sedangkan Aji berada di rumah ibu Ponari.

Menurut keterangan warga, secara tiba-tiba terdengar ledakan yang sangat kuat. Rumah Ponari dan rumah keluarganya di sebelah hancur. Atapnya nyaris tidak tersisa. Temboknya hancur rata dengan tanah, sementara dinding sesek (anyaman bamboo) pun beterbangan kemana-mana.

Mendengar ledakan itu itu warga langsung berdatangan memberikan pertolongan. Mereka hanya menemukan Seminah yang terluka di matanya kena pecahan kaca.

Ia tidak terluka parah diduga karena berada di luar rumah, agak jauh dari dapur dan terhalang beberapa tembok. Kendati demikian, oleh warga setempat Senimah langsung dibawa ke IGD RSU Dr Saiful Anwar, Kota Malang.

Warga pun langsung yakin ledakan itu disebabkan petasan bikinan Ponari. Banyak warga yang mahfum, Ponari selalu memproduksi petasan tiap kali Lebaran.

“Tapi waktu itu mercon (petasan) kecil, cuma buat senang-senang saja. Saya nggak tahu kalau ternyata dia sekarang buat mercon lagi. Mungkin sekarang ini ukurannya lebih besar,” papar Basiri.

Sangat kerasnya ledakan itu, menciptakan suara yang bisa terdengar sampai radius 3 km. Banyak rumah warga yang terkena imbasnya. Total 13 rumah tetangga Ponari yang rusak, rata-rata kaca pecah karena getaran ledakan itu terlalu kuat.
“Kami kaget sekali mas, kaca-kaca rumah sampai pecah,” kata salah satu warga di lokasi kejadian.

Di antara 13 rumah itu ada dua yang masuk kecamatan Tajinan, karena desa itu merupakan bagian terluar dari Kecamatan Tumpang. Selain belasan rumah itu, turut rusak juga kaca sebuah masjid dan satu musala. Masjid itu adalah bangunan terjauh yang terkena dampak ledakan rumah Ponari, yaitu sekitar 100 meter.

“Kalau bagi saya, dengan adanya kejadian ini, kami mohon bantuan dari pemerintah buat perbaikan rumah dan masjid. Karena bagaimanapun kami kan tidak terlibat dan tidak ikut-ikutan buat petasan,” kata Faziri.

Dihubungi terpisah, Edi Susanto, Camat Tumpang, menyebutkan bahwa pihaknya kini masih belum benar-benar memastikan jumlah bangunan yang rusak di sekitar lokasi kejadian karena masih dilakukan pendataan dan perhitungan.

Kendati demikian, pihaknya juga masih belum bisa memastikan apakah nanti akan ada bantuan dari pemerintah daerah untuk warga yang rumahnya terkena dampak ledakan.

“Total kerusakan masih kami hitung dan belum ada laporan untuk sekarang ini. Yang jelas, kejadian ini sudah saya laporkan ke pimpinan dan semoga saja nanti akan turun bantuan buat warga,” terang Edi.

Kapolres Malang, AKBP Rinto Djatmono, setelah mendapat informasi tersebut dari Polsek Tumpang, langsung turun ke lokasi kejadian untuk memimpin olah tempat kejadian perkara.

Selain mencari penyebab ledakan, mereka juga mengumpulkan serpihan tubuh korban hingga di luar areal rumah.(st17/kompas.com)

KLIK JUGA:

Editor: Anwar Sadat Guna
Sumber: Surya
0 KOMENTAR
837022 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
    Jadilah yang pertama memberikan komentar
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas