13 Rumah Rusak Akibat Ledakan Mercon Ponari

Insiden ledakan petasan mematikan terjadi di sebuah rumah di Dusun Dusun Alas Gede, Desa Ngingit RT 20/RW 06, Kecamatan Tumpang

13 Rumah Rusak Akibat Ledakan Mercon Ponari
Surya/Hayu Yudha Prabowo‚Ä™
Ledakan petasan terjadi di sebuah rumah di Dusun Dusun Alas Gede, Desa Ngingit RT 20/RW 06, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang, Selasa (14/8/2012) malam, sekitar pukul 19.00 WIB.

TRIBUNNEWS.COM, MALANG - Insiden ledakan petasan mematikan terjadi di sebuah rumah di Dusun Dusun Alas Gede, Desa Ngingit RT 20/RW 06, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang, Selasa (14/8/2012) malam, sekitar pukul 19.00 WIB.

Saat itu suasana Dusun Alas Gede sedang sepi. Sebagian warga sedang mempersiapkan diri mengikuti tarawih.

Sementara Ponari dan Sodikin sibuk membuat petasan di dapur yang tidak terlalu luas. Belum bisa dipastikan malam itu Mistiani ada di ruang mana. Tetapi melihat tubuhnya juga hancur, diduga ia berada tak jauh dari suaminya dan Sodikin.

Menurut informasi yang dikumpulkan di lapangan, di rumah semi permanen itu tidak hanya ada Ponari, Mistiani dan Sodikin. Ada juga Seminah (65) ibu Mistiani yang malam itu sedang duduk di depan rumah.

Kedua anak Ponari, Putri dan Aji Winanto (2,5) sedang tidak ada di rumah. Putri sedang pergi entah kemana, sedangkan Aji berada di rumah ibu Ponari.

Menurut keterangan warga, secara tiba-tiba terdengar ledakan yang sangat kuat. Rumah Ponari dan rumah keluarganya di sebelah hancur. Atapnya nyaris tidak tersisa. Temboknya hancur rata dengan tanah, sementara dinding sesek (anyaman bamboo) pun beterbangan kemana-mana.

Mendengar ledakan itu itu warga langsung berdatangan memberikan pertolongan. Mereka hanya menemukan Seminah yang terluka di matanya kena pecahan kaca.

Ia tidak terluka parah diduga karena berada di luar rumah, agak jauh dari dapur dan terhalang beberapa tembok. Kendati demikian, oleh warga setempat Senimah langsung dibawa ke IGD RSU Dr Saiful Anwar, Kota Malang.

Warga pun langsung yakin ledakan itu disebabkan petasan bikinan Ponari. Banyak warga yang mahfum, Ponari selalu memproduksi petasan tiap kali Lebaran.

“Tapi waktu itu mercon (petasan) kecil, cuma buat senang-senang saja. Saya nggak tahu kalau ternyata dia sekarang buat mercon lagi. Mungkin sekarang ini ukurannya lebih besar,” papar Basiri.

Halaman
12
Editor: Anwar Sadat Guna
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2016
About Us
Help