Minggu, 21 Desember 2014
Tribunnews.com

Polisi Cokok Wartawan Senior Atas Kepemilikan 10 Butir Inex

Senin, 20 Agustus 2012 19:36 WIB

Polisi Cokok Wartawan Senior Atas Kepemilikan 10 Butir Inex
net
ilustrasi inex

Laporan Reporter Tribun Jogja, Yoseph Hary W

TRIBUNNEWS.COM, SEMARANG - EB alias Edy ditangkap petugas satuan Narkoba Polda Jateng, di kantornya, di Jl Sompok No 70 Semarang, Jateng, Jumat (17/8/2012) pukul 17.30. Pria yang bekerja sebagai wartawan itu diduga telah memakai narkoba jenis inex alias ekstasi.

Sampai Senin (20/8/2012) Edy masih ditahan polisi. Dirnarkoba Polda Jateng, Kombes Pol John Turman, ketika dimintai konfirmasi dari Yogyakarta menyampaikan, penangkapan terhadap Edy berdasarkan informasi yang masuk ke jajarannnya. Setelah mengantongi data kuat yang mengarah pada tersangka Edy, petugas langsung bergerak ke kantor jurnalis senior tersebut, Jumat sore seusai upacara bendera peringatan kemerdekaan RI.

Saat itu, menurutnya, petugas langsung melakukan penggeledahan. Anggota pun menemukan 10 butir inex di saku celana yang kala itu dikenakan Edy.

"Bawa 10 butir inex di celana. Ya jelas kami tahan. Inex itu di celana, bukan di ruangan," ungkap Kombes Pol John Turman kepada Tribun Jogja (Tribunnews.com Network), Senin (20/8/2012) sore.

Selain inex, anak buah John Turman juga mengamankan telepon seluler Edy.

Berdasarkan penangkapan dan pemeriksaan sementara, Edy diketahui sebagai pemakai. Hal itu sesuai fakta bahwa di kantong celananya ditemukan barang bukti. Namun, menurut John Turman, masih ada kemungkinan Edy juga pengedar. Pasalnya, jumlah inex ditemukan lebih dari lima butir.

"Kami ingin memastikan tapi belum jelas. Dari pemeriksaan belum semua informasi kami peroleh karena tersangka belum sepenuhnya terbuka," lanjutnya.

Ditegaskan, jika seseorang membawa atau menyimpan lebih dari lima butir maka ada kemungkinan orang tersebut selain memakai juga mengedarkan. Jika kurang dari lima butir, menurutnya, hanya pemakai. Temuan bahwa di celana Edy ada 10 butir inex, juga bisa berpengaruh pada tingkat ancaman hukumannya.

Sesuai pasal yang dikenakan untuk Edy, yaitu Pasal 112 Undang-Undang No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, menurut John Turman tersangka bisa diancam hukuman minimal empat tahun penjara, dan maksimal 20 tahun. Namun hal itu juga tergantung kebijakan hakimnya nanti.

"Ya nanti lihat policy hakim bagaimana, kan bervariasi. Kami juga masih melakukan pemeriksaan," katanya.

John Turman belum dapat menyebutkan dari siapa Edy mendapatkan barang tersebut. Demikian juga berapa lama dia memakai, John Turman mengaku belum mendapat keterangan dari tersangka. Dia baru memastikan, bahwa inex diperoleh Edy dari seseorang di DIY.

"Pasti narkotika itu jaringan. Jika tidak masuk (jaringan), ya akan sulit, bahkan untuk mendapatkan barangnya. Kami akan sampaikan lagi nanti. Sementara sesuai fakta, ada 10 butir di celananya," urai John Turman, yang berharap Edy kooperatif dalam pemeriksaan.

Editor: Hasiolan Eko P Gultom
Sumber: Tribun Jogja

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas