• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Kamis, 24 April 2014
Tribunnews.com

Kejaksaan Penjarakan Dua Oknum Polisi Penerima Suap

Jumat, 24 Agustus 2012 16:06 WIB
Kejaksaan Penjarakan Dua Oknum Polisi Penerima Suap
NET
ILUSTRASI

Laporan Wartawan Tribun Timur, Rudhy

TRIBUNNEWS.COM, MAKASSAR - Dua oknum polisi dan satu PNS dari Polda Sulawesi Selatan (Sulsel), dijebloskan ke Lapas dan Rutan Klas 1 Makassar, Kamis (23/8/2012).

Ketiganya adalah tersangka kasus skandal suap Rp 300 juta, pada penyelenggaraan penerimaan calon siswa (casis) Polri beberapa waktu lalu.

Ketiganya dijebloskan secara terpisah oleh pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Makassar, setelah pihak penyidik Polda Sulsel beserta penyidik Kejati Sulsel melimpahkan berkas para tersangka ke Kejari Makassar, kemarin.

“Oknum polisi ditahan di lapas. Sementara yang satunya ditahan di rutan,” ujar Kepala Seksi Penuntutan Kejati Sulsel Muhammad Ahsan Thamrin, Jumat (24/8/2012).

Sebelumnya, dalam proses penyelidikan dan penyidikan, pihak polda langsung melakukan upaya penangguhan penahanan terhadap ketiganya, hingga kemudian berkas tersangka diserahkan ke Sulsel.

Ketiga tersangka skandal penyuapan pererimaan casis Polri beberapa waktu adalah anggota Staf Karo Pers Polda Sulsel AKP Bambang Samiono, Aiptu Syafruddin, dan seorang PNS Polda Sulsel Subaedah.

Penyidik kejaksaan juga ikut menyita sejumlah barang bukti hasil kejahatan para tersangka, termasuk uang suap Rp 300 juta, yang kemudian dititipkan di Bank Indonesia (BI) cabang Makassar.

“Bukti uang hasil suap yang diterima ketiganya langsung kami sita, dan kini sudah dalam penguasaan kejaksaan. Uang sudah kami titipkan di BI untuk keamanan,” kata Grefik yang ditunjuk sebagai jaksa penuntut umum (JPU), untuk menyidangkan para tersangka di Pengadilan Tipikor Makassar.

Selain Grefik, empat jaksa dari Kejati Sulsel juga ikut andil dalam kasus skandal suap ratusan juta Rupiah. Keempatnya adalah Muhammad Ahsan Thamrin, Muhammad Ilham, Ummiati, dan Dodowati.

Berdasarkan data yang dihimpun Tribun, ketiganya ditetapkan sebagai tersangka lantaran terbukti melakukan tindak pidana dan pelanggaran kode etik.

Ketiganya menerima suap atau gratifikasi dari keluarga calon siswa (casis) Polri senilai Rp 300 juta, dengan tujuan agar casis lulus menjadi polisi. Diketahui, uang disita dari tangan Syafruddin sebesar Rp 150 juta, dan dari tangan Subaedah Rp 150 juta.

Terbongkarnya kasus ini berawal dari didapatkannya seorang casis Polri yang ikut tes. Saat itu petugas melihat seorang peserta tes memiliki kunci jawaban.

Dari hasil temuan itu, petugas langsung melakukan pengembangan, dan akhirnya ditemukan dua polisi dan satu PNS yang diduga telah menerima suap, agar dapat meloloskan casis menjadi polisi. Sementara, peserta calon Bintara Polri langsung didiskualifikasi.

Ketiganya dijerat pasal 13 juncto pasal 5 ayat 1 KUHP tentang menerima hadiah serta penyuapan. Adapun ancaman hukumannya maksimal di atas lima tahun penjara. (*)

BACA JUGA

Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribun Timur
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
857792 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI KOMENTAR SAYA
Atas