• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Kamis, 28 Agustus 2014
Tribunnews.com

Jember Antisipasi Rembetan Konflik SARA di Sampang

Senin, 27 Agustus 2012 20:09 WIB
Jember Antisipasi Rembetan Konflik SARA di Sampang
Kompas.com
Ilustrasi

Laporan Wartawan Surya, Sri Wahyunik

TRIBUNNEWS.COM, JEMBER - Kabupaten Jember juga menyimpan potensi konflik berlatarbelakang agama seperti halnya di Sampang, Madura, terkait kelompok Syiah.

Hal itu terungkap dalam rapat dengar pendapat antara Komisi D DPRD Jember dengan Kapolres, Kepala Kejasaan Negeri Jember, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jember juga Bakesbangpol Linmas Jember di gedung DPRD Jember, Senin (27/8/2012).

"Puger itu menyimpan bom waktu, jangan sampai meledak seperti kasus Sampang. Oleh karena itu, semua pihak harus mencegah agar tidak terjadi," ujar M Hafidi, anggota Komisi D DPRD Jember.

Apalagi di Puger ada sejumlah spanduk bernada provokatif terhadap kelompok tersebut. Oleh karena itu, penegak hukum harus tegas untuk menurunkan spanduk tersebut.

Sedangkan Ketua Komisi D, Ayub Junaidi meminta adanya dialog antara Pemkab dengan kelompok Syiah tersebut. Pemkab bisa terdiri dari unsur Bakesbangpol Linmas, Polres juga MUI. Sebab jika tidak ada dialog dikhawatirkan bisa meledak seperti kasus Sampang.  

"Harus ada dialog untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan," ujar Ayub.

Sedangkan Kapolres Jember AKBP Jayadi menegaskan, pihaknya terus memantau perkembangan di Puger. Dialog juga sudah dilakukan dengan warga setempat.

Polisi berjanji akan menindak tegas jika ada kerusuhan atau tindakan pidana terjadi, seperti beberapa bulan lalu, terjadi pengeroyokan di sekitar Ponpes yang beraliran Syiah di Puger. Kasus itu telah ditangani polisi, bahkan pelaku pengeroyokan telah disidangkan di Pengadilan Negeri Jember.  

Editor: Yulis Sulistyawan
Sumber: Surya
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
1 KOMENTAR
866182 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas