Rabu, 1 April 2015
Tribunnews.com

Pesawat Navajo Membawa Konsultan PT Tambang Damai

Selasa, 28 Agustus 2012 22:17 WIB

Pesawat Navajo Membawa Konsultan PT Tambang Damai
AFP/Firman HIDAYAT
Anggota tim DVI (Dissaster Victim Identification) memeriksa jenazah korban kecelakaan pesawat carteran jenis PA31 Piper Navajo bernomer registrasi PK-IWH yang jatuh di lereng Gunung Mayang, Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur, Jumat (24/8/2012) lalu, di RSUD AW Sjahranie, Samarinda, Senin (27/8/2012). Tim SAR berhasil menemukan keempat korban kecelakaan pesawat tersebut yang kesemuanya dalam kondisi tewas, seorang di antaranya berkewarganegaraan Australia. AFP PHOTO/FIRMAN HIDAYAT

Laporan Wartawan Tribun Kaltim, Kholish Chered

TRIBUNNEWS.COM, SANGATTA - Kepala Dinas Pertambangan Kutai Timur, Wijaya Rahman, mengatakan pesawat A 31-350 Navajo Chieftain registrasi PK-IWH, yang jatuh di perbukitan Tandung Mayang, membawa konsultan yang akan mengambil foto udara untuk PT Tambang Damai, yang memiliki izin usaha pertambangan di kawasan tersebut.

"Mereka merupakan orang yang akan mengambil foto udara untuk PT Tambang Damai. Kami mendapatkan informasi tersebut langsung dari Kepala Teknik Tambang (KTT) PT Tambang Damai," kata Wijaya, Selasa (28/8/2012).

Untuk pengambilan foto udara tersebut, pihak Tambang Damai tidak memproses rekomendasi dari Distamben Kutim.

"Kami juga tidak dapat tembusan surat. Karena mereka pemegang PKP2B, maka rekomendasi untuk foto udara diproses di Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM)," katanya.

Sedangkan bila izin usaha pertambangan diterbitkan Pemkab Kutim, maka rekomendasi untuk foto udara diterbitkan Pemkab Kutim. Setelah memperoleh rekomendasi, maka bisa memproses izin foto udara dari Kementerian Pertahanan RI.

"Mereka memang tidak mengurus rekomendasi ke Kutim. Namun saya yakin mereka sudah mendapatkan rekomendasi dari Kementerian ESDM dan Kementerian Pertahanan RI. Rasanya tidak mungkin mereka berani terbang kalau belum ada izin dan rekomendasi," katanya.

Halaman12
Editor: Dewi Agustina
Sumber: Tribun Kaltim
KOMENTAR

TRIBUNnews.com © 2015

About Us

Help

Atas