Selasa, 25 November 2014
Tribunnews.com

Panitia Mesjid Raya Bone Sorot Kepala Kemenag Bone

Senin, 3 September 2012 21:35 WIB

Laporan Reporter Tribun Timur Mahyuddin

TRIBUNNEWS.COM WATAMPONE --Panitia rehabilitasi Mesjid Raya Watampone dibubarkan pengurus mesjid tanpa alasan yang jelas. Ironisnya, Pembubaran panitia digelar hanya melalui pengumuman di mesjid saat shalat jumat dan rehab mesjid pun belum selesai. Jamaah menduga pembubaran panitia rehabilitasi mesjid lantaran jamaah yang terus mendesak pengurus untuk melaporkan seluruh pemasukan kas mesjid.

"Rehab mesjid untuk tahap satu telah selesai namun untuk tahap dua akan dikerjakan usai ramadan tapi panitia langsung dibubarkan dengan alasan rehab telah selesai padahal pekerjaan belum mencapai 50 persen," ungkap Sekertaris Panitia Rehab Mesjid Andi Hasanuddin, Senin (3/9/2012).

Ia juga menyebutkan, Pengurus Mesjid Raya Watampone diketua oleh Hamsah Djunaid yang juga merupakan Kepala Kementrian Agama Kabupaten Bone. Hasanuddin menyebutkan, kepemimpinan Hamsah menggantikan ayahnya. Ironisnya, selama kepemimpinan Hamsah, pengurus mesjid tidak pernah mengumumkan pemasukan mesjid sehingga mengundang banyak pertanyaan di kalangan jamaah.

Sebelumnya, Paniti rehabilitasi mesjid raya Watampone mengeluarkan surat protes pembatalan SK pembubaran rehabilitasi mesjid yang dibagikan kepada jamaah mesjid dan ditembuskan di DPRD Bone dan Polsek Watampone. Surat ini menolak pembubaran panitia. Panitia rehabilitasi mesjid dibentuk oleh pengurus atas desakan jamaah yang kecewa karena mesjid tidak pernah direhab padahal kucuran dana bantuan maupun kas mesjid terus bertambah.

Ketua Pengurus Mesjid Raya Watampone Hamzah Dhunaid tidak dapat dikonfirmasi ditemui di tempat kerjanya. Saat dihubungi, ia juga langsung memutuskan panggilan setelah mendengarkan persoalan tersebut. (Yud)

Baca  Juga  ;

Editor: Budi Prasetyo
Sumber: Tribun Timur

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas