• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Selasa, 2 September 2014
Tribunnews.com

Puluhan Guru MI Nangis di Kantor Kemenag, Tagih TPP

Senin, 3 September 2012 15:12 WIB

TRIBUNNEWS.COM, KEDIRI - Sebanyak 30 guru madrasah ibtidaiyah (MI) di Kabupaten Kediri mendatangi Kantor Kementerian Agama (Kemenag) setempat, Senin (3/9/2012). Mereka bermaksud menagih pencairan tunjangan profesi pendidik (TPP) yang belum dibayarkan selama 10 bulan.

Para guru berkumpul di musala Kantor Kemenag sebelum menyampaikan tuntutannya pada bidang madrasah dan pendidikan agama Islam (Mapenda). Beberapa guru perempuan tak kuasa menahan air mata saat menyampaikan tuntutan pencairan TPP.

Para guru tersebut berasal dari berbagai MI, baik swasta maupun negeri. Pada bulan Juli lalu, mereka seharusnya sudah menerima pembayaran TPP yang dirapel selama enam bulan. Tapi nyatanya, sampai saat ini TPP tersebut belum dicairkan. Tidak hanya rapelan TPP untuk enam bulan pertama tahun 2012, para guru tersebut ternyata juga belum menerima TPP tahun 2011 untuk empat bulan.

Total ada 400 guru yang pembayaran TPP nya terlambat.  "Rata - rata TPP yang belum dicairkan 10 bulan. Enam bulan untuk tahun 2012 dan empat bulan untuk tahun 2011," ujar Taqwim, salah satu guru MI Miftahul Huda Kecamatan Pare.

Para guru mengaku tidak tahu alasan keterlambatan pencairan TPP. Pasalnya di berbagai daerah lain di sekitar Kediri, pembayaran TPP berjalan lancar. Sempat beredar kabar, pembayaran TPP untuk guru mata pelajaran dihentikan karena yang berhak mengantongi sertifikasi untuk tingkat MI hanya guru kelas.  

Namun para guru belum pernah menerima informasi itu secara resmi dari pihak kemenag. Apalagi ada guru mata pelajaran yang sudah menerima TPP padahal mereka bukan guru kelas. Bahkan, beberapa guru yang sempat menanyakan pencairan TPP beberapa hari lalu justru hanya disuruh melengkapi berkas tanpa mendapatkan penjelasan rinci.

"Kami sama sekali belum menerima informasi itu secara resmi. Teman - teman kami yang sempat bertanya hanya disuruh melengkapi berkas. Kami seperti di ping pong," kata Marufin, guru MI Puncu.

Para guru berharap agar TPP yang menjadi hak mereka bisa segera dicairkan. Pasalnya, TPP sebesar Rp 1,5 juta per bulan sangat besar bagi para guru, terutama para guru swasta yang hanya menerima gaji sebesar Rp 200.000 per bulan.
Sejumlah guru terlihat menangis saat menyampaikan tuntutan tersebut.

"Kami berharap TPP segera cair karena nilainya sangat besar bagi kami," ujar Eni, salah satu guru sembari mengusap air mata dengan kerudungnya.

Penulis: Yoni Iskandar
Sumber: Surya
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
888961 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
    Jadilah yang pertama memberikan komentar
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas