• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Rabu, 30 Juli 2014
Tribunnews.com

Tahanan Dipukuli, Warga Serbu Mapolsek Simeulue Tengah

Jumat, 7 September 2012 22:53 WIB
Tahanan Dipukuli, Warga Serbu Mapolsek Simeulue Tengah
surya/m taufik
Ilustrasi

Laporan Wartawan Serambi Indonesia, Sari Muliyasno

SERAMBINEWS.COM, SINABANG - Mapolsek Simeulue Tengah (Simteng), Jumat (7/9/2012) sore  diserbu seratusan warga dari tiga desa, yakni Desa Lambaya, Luan Surip dan Situfa Jaya. Penyerbuan karena warga tidak terima atas perlakuan oknum anggota Polsek setempat yang memukul tahanan hingga pingsan saat proses penyelidikan.

Diketahui, sebanyak sembilan tahanan yang diduga tersandung kasus pemukulan warga di daerah itu ditahan untuk proses penyelidikan. Warga mendapat informasi, selama proses penyelidikan polisi memukuli para tahanan.

Mendengar warganya mendapat perlakuan tidak wajar dari oknum polisi, ratusan warga dari tiga desa tersebut dan secara beramai-ramai mendatangi Mapolsek untuk melihat keluarganya yang dianiaya di kantor Polsek setempat. Beruntung tidak ada bentrok fisik antara warga dengan personil polisi.

"Yang pingsan dipukul sudah dilarikan ke Puskesmas terdekat," kata warga yang tidak mau ditulis namanya.

Kapolres Simeulue AKBP Parluatan Siregar, Ketua DPRK Simeulue, Wakil Bupati Simeulue serta anggota DPRK Simeulue turun ke lokasi kejadian, untuk meredam warga yang tersulut emosi. Danramil serta Kapolsek setempat juga terlihat tampak dan berbaur bersama Muspida yang sudah berada di wilayah itu.

Kapolres Simeulue, menyatakan, pihaknya akan tetap memproses anggotanya yang terlibat persoalan ini.

"Malam ini anggota saya akan saya angkat ke Polres, untuk diproses," kata Kapolres, yang disambut tepuk tangan oleh warga setempat di gedung serbaguna di wilayah itu.

Di hadapan warga, Kapolres Simeulue berjanji menanggung biaya perawatan warga yang kini mendapat perawatan karena dipukul oknum polisi.

Editor: Yulis Sulistyawan
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
3 KOMENTAR
907352 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas