Senin, 26 Januari 2015
Tribunnews.com

Mengintip Hujan Buatan di Jambi

Senin, 10 September 2012 17:21 WIB

Mengintip Hujan Buatan di Jambi
(Tribun Jambi/Hanif Burhani)
Petugas saat menabur garam untuk hujan buatan di dalam pesawat Cassa 212 di atas langit Kota Jambi

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Wahid Nurdin,

TRIBUNNEWS.COM -- Garam dapur tak hanya berasa asin, dan menjadi bumbu wajib agar masakan enak. Zat padat bernama kimia Natrium Chlorida itu ternyata juga digdaya mengikat uap air yang mengawang-awang menjadi buliran air sumber hujan buatan. Dia lebih murah ketimbang Calcium Chlorida.

Tiga hari terakhir pemberitaan berkenaan hujan buatan menjadi santapan warga Jambi, terutama setelah serangan kabut asap mulai menyentuh level mengancam standar ISPU Kota Jambi, dan memaksa sejumlah maskapai menunda penerbangan ke Bandara Sultan Thaha.

Namun secara ilmiah, hujan buatan tak lebih istilah merakyat dari Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC). Sehingga dia tak sekadar menebar dan menyemai garam ke awan konveksi, namun juga ada modifikasi lain. Karenanya perlu dukungan pendataan, terutama dari BMKG sebelum persiapan rekayasa hujan buatan. Dengan kata lain, tidak ada pembuatan hujan.

Kecuali, hanya memanfaatkan awan agar lebih cepat menurunkan butiran air. Caranya dengan bahan tertentu yang mampu menyerap uap air ke awan. Nah, uap air dalam besaran tertentu itu selanjutnya akan jatuh dalam bentuk butiran air, dan awam menyebutnya hujan.

Lalu apa bahan penyerap uap airnya? Paling sering digunakan yakni garam (NaCL), karena memiliki kemampuan menyerap uap air, dan lebih dari itu harganya paling terjangkau. Karena memang ada bahan pengikat uap air lainnya, bahkan lebih bagus daya ikatnya meski mahal, yakni kalsium klorida (CaCl2).

Koordinator Lapangan Posko TMC, Djazim Syaifullah, Minggu (9/9/2012) mengungkapkan, media atmosfer yang cocok untuk pertumbuhan awan yakni awan tidak stabil, dengan ciri memiliki ladstrip positif.  Ladstrip sendiri penurunan suhu setiap kenaikkan tinggi lapisan udara. Untuk lapisan yang kurang stabil kata Djazim, setiap kenaikan akan turun suhunya.

Halaman12
Editor: Hendra Gunawan
Sumber: Tribun Jambi
KOMENTAR ANDA

TRIBUNnews.com © 2015

About Us

Help

Atas