Rabu, 26 November 2014
Tribunnews.com

Penerima Beasiswa Pertamina Digenjot IP Tinggi

Senin, 10 September 2012 15:00 WIB

TRIBUNNEWS.COM, MALANG - PT. Pertamina (Persero) memberikan beasiswa  kepada 20 mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM).

Beasiswa itu, diberikan kepada mereka yang berasal dari desa pedalaman dan tertinggal, seperti Papua, Papua Barat, Sulawesi Utara, Kalimantan Barat, dan  NTT.

Beasiswa Pertamina mencakup seluruh biaya pendidikan selama 8 semester dan biaya hidup senilai Rp 1,5 juta per bulan.

Menurut Wahyu Suswinto, Koordinator Small Medium Enterprice dan Sosial Responsibility PT.Pertamina mengatakan, sengaja menyisir daerah-daerah pedalaman yang kurang tersentuh pendidikan.

"Syaratnya mereka dari keluarga tidak mampu dan niat untuk melanjutkan pendidikan," kata Wahyu usai serah terima kompensasi pembangunan kolam renang di Balai Bahasa dan Budaya  Fakultas Sastra, Senin (10/9/2012).

Dikatakan Wahyu, pihaknya sengaja menyisir daerah-daerah terpencil dan ketinggalan untuk mendapatkan bibit-bibit unggul itu.

Prosesnya memang melalui seleksi ketat, seperti kejelasan motivasi belajar, dan mau kembali ke daerah asal untuk mengabdi kepada masyarakat. "Ada komitmen yang harus mereka ketika lulus nanti. Intinya mereka harus mau turut membangun daerah masing-masing," kata Wahyu.

Selain di UM, beasiswa Pertamina juga diberikan kepada 20 mahasiswa lainnya yang tersebar di Universitas Brawijaya, Universitas Diponegoro, dan Universitas Hasanuddin. "Total keseluruhan mahasiswa yang mendapatkan beasiswa secara nasional sekitar 60 anak," terangnya.
Beasiswa Pertamina ini merupakan tahun ketiga.

Pemberian beasiswa itu diharapkan bisa menunjang prestasi mahasiswa. Karenanya, Wahyu mematok Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 3.00. "Harus seperti itu. Tapi kalau awalnya jelek, bisa diperbaiki lagi," ujarnya.

Selain beasiswa Pertamina, tambah Wahyu, pihaknya juga memberikan bantuan pembangunan fisik. Seperti di UM, Pertamina memberikan bantuan pembangunan kolam renang senilai Rp 5 miliar.

Lenci Mnune, salah satu mahasiswa penerima beasiswa Pertamina Jurusan Matematika mengatakan bangga bisa menjadi keluarga besar Pertamina dan UM.

Gadis asal Kabupaten Soe NTT berjanji akan memberikan prestasi yang gemilang. "Untuk awal ini kami masih kesulitan komunikasi. Sebab, banyak yang menggunakan Bahasa Jawa," ujarnya tertawa.

Sementara Rektor UM, Prof.Dr.H.Soeparno mengatakan, bantuan kolam renang senilai Rp 5 miliar belum bisa dimanfaatkan maksimal. Pasalnya, bantuan yang diberikan Pertamina sebesar Rp 5 miliar hanya cukup untuk fisik kolam renang berukuran 50 meter x20 meter saja .

Sementara untuk atap dan tribunnya masih membutuhkan anggaran tambahan sebesar Rp 5 miliar. "Ini kami sedang ajukan lagi ke Pertamina. Semoga akan dibantu lagi," harapnya.

Penulis: Yoni Iskandar
Sumber: Surya

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas