• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Minggu, 27 Juli 2014
Tribunnews.com

Tanaman Tembakau di Ponorogo Diserang Hama

Senin, 10 September 2012 12:10 WIB
Tanaman Tembakau di Ponorogo Diserang Hama
Tribun Medan/DEDY SINUHAJI
Sejumlah pekerja sedang melakukan proses pemisahan tembakau Deli kualitas terbaik di gudang permentasi kebuh helvetia PTPN 2 di Jalan Raya Kelambir 5, Deliserdang Sumut, Senin (21/5/2012). Tahun 2011 lalu, nilai tawar ekspor tembakau Deli menembus angka 65 Euro per kilogramnya, dan diekspor ke sejumlah negara yang ada di Eropa untuk dijadikan cerutu. Tembakau Deli merupakan tembakau dengan kualitas terbaik di dunia. (Tribun Medan/Dedy Sinuhaji)

TRIBUNNEWS.COM,PONOROGO - Ratusan petani tembakau di wilayah Kabupaten Ponorogo bagian selatan mengeluh. Ini menyusul puluhan hektar tanaman tembakau mereka mulai terserang virus yang menyebabkan pertumbuhan tanaman tembakau mereka terganggu.
 
Serangan virus yang belum diketahui petani ini, selain menyebabkan tanaman tumbuh kerdil, juga menyebabkan daun menjadi keriting kemudian menguning dan mengering.

Serangan hama ini, tak sebanding dengan biaya yang dikeluarkan petani untuk menggarap lahan, membeli benih, obat-obatan serta masa perawatan.

Berbagai upaya dilakukan petani untuk memberantas serangan virus kerdil dan keriting ini. Namun, berbagai obat-obatan dan inseksitisida tidak ada yang mampu menekan serangan virus itu.

Bahkan kalangan petani tembakau masih menyimpulkan ada 2 penyebab yang memicu tanaman tembakau menjadi kerdil dan keriting. Yakni kurang keringnya lahan dan disebabkan serangan virus yang belum diketahui identitasnya.

Salah seorang petani tembakau asal Desa Bedi Wetan, Kecamatan Bungkal, Sukardi (48) mengatakan jika serangan hama tanaman kerdil dan keriting disebabkan kurang keringnya lahan tanah yang bakal dijadikan lahan tanaman tembakau. Hal ini disebabkan petani terburu-buru melaksanakan masa tanam untuk mengejar musim kemarau.

"Sebenarnya petani sudah hafal secara teknis cara menanam tembakau karena sudah turun temurun bertani tembakau. Namun karena mengejar masa tanam tembakau saat membajak lahan pertama dulu tanah masih basah ditanami. Hasilnya duan keriting dan tumbuh kerdil," terangnya kepada Surya, Senin (10/9/2012).

Lain lagi dengan yang diungkapkan Suryadi (45) petani tembakay asal Desa Bedi Wetan lainnya. Menurutnya, tembakau yang diserang virus menyebabkan daun keriting karena masa tanamnya lebih awal yakni saat bulan Juni 2012 lalu.

"Ini bukan masalah tanah kering atau tidak, kalau dicermati yang diserang daun keriting ini tanaman yang ditanam bulan Juni. Kalau yang ditanam bulan Juli semuanya baik. Semua yang diserang virus keriting daun ini adalah tembakau jenis Virgin. Kami tahu serangan virus itu tetapi tak mengetahui cara mengatasinya," katanya.

Sementara Kabid Perkebunan Dinas Pertanian Pemkab Ponorogo, Timur S saat dikonfirmasi melalui ponselnya enggan mengangkat teleponnya.

Sedangkan Kepala Dinas Pertanian P

Penulis: Yoni Iskandar
Sumber: Surya
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
913922 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
    Jadilah yang pertama memberikan komentar
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas