Jumat, 6 Maret 2015
Tribunnews.com

Tanaman Tembakau di Ponorogo Diserang Hama

Senin, 10 September 2012 12:10 WIB

Tanaman Tembakau di Ponorogo Diserang Hama
Tribun Medan/DEDY SINUHAJI
Sejumlah pekerja sedang melakukan proses pemisahan tembakau Deli kualitas terbaik di gudang permentasi kebuh helvetia PTPN 2 di Jalan Raya Kelambir 5, Deliserdang Sumut, Senin (21/5/2012). Tahun 2011 lalu, nilai tawar ekspor tembakau Deli menembus angka 65 Euro per kilogramnya, dan diekspor ke sejumlah negara yang ada di Eropa untuk dijadikan cerutu. Tembakau Deli merupakan tembakau dengan kualitas terbaik di dunia. (Tribun Medan/Dedy Sinuhaji)

TRIBUNNEWS.COM,PONOROGO - Ratusan petani tembakau di wilayah Kabupaten Ponorogo bagian selatan mengeluh. Ini menyusul puluhan hektar tanaman tembakau mereka mulai terserang virus yang menyebabkan pertumbuhan tanaman tembakau mereka terganggu.

Serangan virus yang belum diketahui petani ini, selain menyebabkan tanaman tumbuh kerdil, juga menyebabkan daun menjadi keriting kemudian menguning dan mengering.

Serangan hama ini, tak sebanding dengan biaya yang dikeluarkan petani untuk menggarap lahan, membeli benih, obat-obatan serta masa perawatan.

Berbagai upaya dilakukan petani untuk memberantas serangan virus kerdil dan keriting ini. Namun, berbagai obat-obatan dan inseksitisida tidak ada yang mampu menekan serangan virus itu.

Bahkan kalangan petani tembakau masih menyimpulkan ada 2 penyebab yang memicu tanaman tembakau menjadi kerdil dan keriting. Yakni kurang keringnya lahan dan disebabkan serangan virus yang belum diketahui identitasnya.

Salah seorang petani tembakau asal Desa Bedi Wetan, Kecamatan Bungkal, Sukardi (48) mengatakan jika serangan hama tanaman kerdil dan keriting disebabkan kurang keringnya lahan tanah yang bakal dijadikan lahan tanaman tembakau. Hal ini disebabkan petani terburu-buru melaksanakan masa tanam untuk mengejar musim kemarau.

"Sebenarnya petani sudah hafal secara teknis cara menanam tembakau karena sudah turun temurun bertani tembakau. Namun karena mengejar masa tanam tembakau saat membajak lahan pertama dulu tanah masih basah ditanami. Hasilnya duan keriting dan tumbuh kerdil," terangnya kepada Surya, Senin (10/9/2012).

Halaman12
Penulis: Yoni Iskandar
Sumber: Surya
KOMENTAR

TRIBUNnews.com © 2015

About Us

Help

Atas