• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Jumat, 31 Oktober 2014
Tribunnews.com

Ya Tuhan, Bola Mata Bocah Ini Menonjol Dirongrong Tumor

Senin, 10 September 2012 21:55 WIB
Ya Tuhan, Bola Mata Bocah Ini Menonjol Dirongrong Tumor - 53.jpg
DOKUMENTASI TRIBUNNEWS/ AGUNG BUDI SANTOSO
Mata kiri Haidar, penderita tumor ganas, ini sampai menonjol karena rongrongan tumor langka bernama Histiositosis Sel Langerhans (HSL) atau dalam istilah medis asing disebut Langerhans Cell Histiocytosis (LCH).
Ya Tuhan, Bola Mata Bocah Ini Menonjol Dirongrong Tumor - 53.jpg
TRIBUNNEWS.COM/ AGUNG BUDI SANTOSO
Postur tubuh Haidar, penderita tumor ganas langka jenis HCL ini kurus kering. Butuh uluran tangan.
Ya Tuhan, Bola Mata Bocah Ini Menonjol Dirongrong Tumor - 24.jpg
TRIBUNNEWS.COM/ AGUNG BUDI SANTOSO
Haidar, bocah malang penderita tumor ganas jenis HCL ini terus mengeluh setiap saat karena pembengkakan kepalanya.
Ya Tuhan, Bola Mata Bocah Ini Menonjol Dirongrong Tumor - 43.jpg
TRIBUNNEWS.COM/ AGUNG BUDI SANTOSO
Haidar, bocah penderita tumor langka jenis HCL ini butuh uluran tangan dan penanganan medis serius.
Ya Tuhan, Bola Mata Bocah Ini Menonjol Dirongrong Tumor - 33.jpg
TRIBUNNEWS/ AGUNG BUDI SANTOSO
Kondisi menyedihkan Haidar, bocah penderita tumor langka jenis HCL.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA
"Mataku perih banget Umi (Ibu). Tolong diplester. Periiiihh... Sakiiit, sakit sekali, Umi, ." Kalimat itu sering meluncur dari bibir bocah bernasib malang bernama Sayyaf Haidar Al Bahy, 2,8 tahun, penderita tumor ganas jenis sangat langka bernama Histiositosis Sel Langerhans (HSL) atau dalam istilah medis asing disebut Langerhans Cell Histiocytosis (LCH).

Sri Budiyanti, sang ibu yang biasa dipanggil 'Umi' itu tentu saja teriris-iris batinnya mendengar rintihan buah hati tercinta. "Sabar ya Nak, Allah (Tuhan) sama kamu, percayalah," bisik sang ibu sembari mengelus-elus kepala buah hatinya itu, Minggu (9/9/2012).

Akibat rongrongan tumor ganas LCH itu, bola mata Haidar sebelah kiri sampai menonjol keluar. Ini akibat pembengkakan tempurung kepalanya bagian atas. Karena matanya menonjol, praktis bola matanya tak bisa berkedip.

Karena itulah, mata anak ini sering terasa perih, apalagi tak bisa berkedip. Untuk meredam perih, bola mata kiri diplester atau diperban. Setiap hari plesternya diganti.

Tak hanya itu siksaan yang diderita si bocah. Anak bungsu dari dua bersaudara pasangan Syafrizal dan Sri Budiyanti itu sering panas dan demam. Postur tubuhnya makin kurus saja karena susah makan akibat nafsu makan turun drastis. Sementara kepalanya makin membesar karena pembengkakan.

Tak kurang biaya Rp 50 juta sudah habis-habisan keluar untuk pengobatan di berbagai rumah sakit, mulai dari Rumah Sakit International Bintaro, Rumah Sakit Bunda Dalima di Bumi Serpong Damai (BSD), Rumah Sakit Mata Aini, hingga ke Rumah Sakit Cipto Mangun Kusumo (RSCM) Jakarta, tapi belum membuahkan hasil menggembirakan.

"Anak saya sampai ketakutan tiap kali ketemu dokter atau masuk rumah sakit. Sebab, dia merasa dipaksa disuntik, ditancapi jarum infus di sana-sini. Sudah begitu, hasilnya sampai kini belum kelihatan. Malah tambah parah begini," tutur Syafrizal, ayah Haidar, kepada Tribunnews.

Syafrizal bertutur, tumor yang diderita anaknya memang jenis sangat langka. Tumor jenis Histiositosis Sel Langerhans ini tidak menyerang di satu titik organ tubuh, seperti kebanyakan tumor lain, tapi menyerang merata di seluruh tubuh.

"Karena itu, anak saya sering kesakitan di semua organ tubuh. Kadang kaki kiri, kadang punggung, sekarang matanya," sambungnya.

Obat pereda nyeri yang diberikan selama ini makin tak mempan, karena Haidar tetap mengeluh sakit. Mau tak mau, obat pereda nyeri diganti Novalgin yang berdosis tinggi. "Awalnya diberikan delapan jam sekali. Tak mempan, dikasih enam jam sekali. Masih tak mempan, sekarang ditingkatkan tiap empat jam sekali," ujarnya.

Tak kurang 10 botol Novalgin sudah dihabiskan Haidar, tapi ya sekedar menghilang sakit, tapi tak menyudahi tumornya.

Kini kedua orangtua pasrah. "Kalau ada pembaca Tribunnews mengetahui informasi berobat penyakit langka ini, mohon informasikan pada kami," pinta Syafrizal.

Anda terketuk untuk membantu kesusahan bocah malang ini dan kesedihan kedua orangtuanya? Silakan menghubungi Ibu Sri Budiyanti di nomor 021 7080 6017 atau nomor 0812 8600 8489.
Info untuk pengobatan si bocah bisa dialamatkan ke email rizal6372@gmail.com.

Sementara uluran tangan berupa uang bisa lewat rekening BCA Cabang Utan Kayu atas nama Syafrizal di nomor rekening 5800028207. Insya Alloh, uluran tangan Anda membawa berkah baik yang menerima maupun yang memberikan. Allahumma amin.  (Agung Budi Santoso)


Kesakitan, Mengenaskan, Bocah Ini Butuh Uluran ... - Tribunnews.com

Penulis: Agung Budi Santoso
7 KOMENTAR
916571 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
  • Muslih-Jumat, 14 September 2012 Laporkan
    Amalkan setiap sholat
    baca surat alam nasyroh
    stlh kesulitan pasti ada
    kemudahan
  • susan-Kamis, 13 September 2012 Laporkan
    Smg di br kekuatan dan cepat
    mendapatkan obat nya
  • Kang Eded-Rabu, 12 September 2012 Laporkan
    Kami sulit menghubungi nomor Ibunya HP tdk
    Aktif dan Nomor HP Ayahnya tdk diangkat.
  • dody jkt 3-Selasa, 11 September 2012 Laporkan
    Semoga cing rizal dan keluarga selalu tabah menghadapi segala cobaan dari Allah. Insya Allah akan ada jalan untuk kesembuhan si kecil cing...Amin..
  • reza-Selasa, 11 September 2012 Laporkan
    ίyªäªä•"̮ ‎♥ allah berikan lah
    kesembuhan pada anak ini,,kuat
    kn dia dan berikan ksbaran ke
    pada ke dua orang tua nya.. 
    sabar ίyªäªä•"̮ ‎♥ bang..
  • handoko-Selasa, 11 September 2012 Laporkan
    إِنَّا لِلّهِ وَإِنَّـا إِلَيْهِ رَاجِعونَ , yang
    sabar yah Pak Syafrizal.
  • nia-Selasa, 11 September 2012 Laporkan
    BanG ♈ǝлƍ sabaaR. ‎​Yαααº°˚ª˚°ºα.. Selalu berdoa minta petunjuk.. Dan ikhlas dan tawakal...yakin اَللّهُ ‎​ƍäª akn memberi cobaan ‎​ð̀ĩ atas kemampuan kita bang.. ♈ǝлƍ sabar ‎​Yαααº°˚ª˚°º
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas