• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Kamis, 23 Oktober 2014
Tribunnews.com

Kejati: Ada Tersangka Baru Korupsi Kemenag Sulsel

Jumat, 14 September 2012 19:53 WIB
Kejati: Ada Tersangka Baru Korupsi Kemenag Sulsel
net

Laporan Wartawan Tribun Timur, Rudhy

TRIBUNNEWS.COM, MAKASSAR – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulsel memastikan adanya tersangka baru dari pejabat Kementrian Agama (Kemenag) Sulsel dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi pengadaan peralatan multimedia dan laboratorium yang diperuntukan kepada Madrasah Ibtidaiyah (MI) dan Madrasah Tsanawiyah (MTS) yang tersebar di 24 kabupaten/kota di Sulsel.

Hal itu dibeberkan pihak kejaksaan setelah mendapatkan sejumlah fakta dalam proses pemeriksaan saksi dan tersangka yang menyebutkan telah memberikan sejumlah uang kepada pejabat Kemenag Sulsel untuk memuluskan proyek tersebut yang dikerjakan oleh pihak rekanan.

“Sebenarnya calon tersangkanya sudah ada,” tegas Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Sulsel Chaerul Amir, saat dikonfirmasi, Jumat (14/9/2012).

Namun kata Chaerul, untuk penetapan secara resmi sebagai tersangka, pihaknya  masih perlu pembuktian tambahan lainnya termasuk mengecek bukti-bukti pengiriman uang melalui rekening pribadi oknum tersebut.

“Untuk menetapkan seseorang sebagai tersangka harus ada bukti kuat,” terang mantan Kajari Tangerang itu tanpa menyebut identitas calon tersangka dari Pejabat Kemenag Sulsel tersebut.

Dalam proyek yang ditaksir merugikan keuangan negara senilai Rp 1 miliar lebih itu, penyidik kejaksaan telah menetapkan tiga orang tersangka. Masing-masing adalah mantan Kepala Bidang Urusan Agama Islam (Urais) Rafi Anci, Direktur PT Milenia Perkasa Tjipluk Sri Rejeki dan Direktur Bila Utara Salim Rasyad.

Chaerul menambahkan, pihaknya juga telah menerima sejumlah alat bukti termasuk rekap transfer uang kerekening milik oknum pejabat Kemenag Sulsel yang diketahui ditransfer pada tahun 2008 atau disaat proyek itu mulai berjalan.

“Bukti-bukti akan adanya transfer sejumlah uang ke rekening pribadi oknum tersebut sudah kami sita, namun kami masih harus menelusurinya karena proses transfer uang itu dilakukan saat proyek tersebut dinyatakan selesai,” ujarnya.

Editor: Hendra Gunawan
Sumber: Tribun Timur
0 KOMENTAR
932031 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
    Jadilah yang pertama memberikan komentar
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas