• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Sabtu, 25 Oktober 2014
Tribunnews.com

Bidan di Apas Tiga Bulan Tak Masuk Kerja

Jumat, 21 September 2012 15:25 WIB

Laporan Wartawan Tribun Kaltim, Niko Ruru

TRIBUNNEWS.COM, NUNUKAN - Santi, oknum bidan pegawai tidak tetap (PTT) di Puskesmas Pembantu, Desa Apas, Kecamatan Sebuku, Kabupaten Nunukan dilaporkan sudah tiga bulan belakangan ini tidak aktif bertugas.

Kepala Desa Apas Idris mengatakan, Santi sudah tiga bulan tidak masuk kerja sejak Juli hingga September 2012. Terakhir, Santi sempat masuk bertugas selama sepekan, namun setelah itu ia meninggalkan tugas dan tidak terlihat lagi tanpa alasan yang jelas.

Akibat tidak aktifnya bidan tersebut sejak tiga bulan terakhir, pelayanan terhadap masyarakat juga terganggu. Padahal Santi merupakan satu-satunya bidan yang bertugas di puskesmas pembantu tersebut.

"Saya maunya dirolling. Kemarin sama Pak David, dokter umum di Puskesmas Pembeliangan, saya sudah sampaikan supaya bidan di sini dirolling sama bidan Tira,” ujar Kepala Desa Apas, Idris.

Pihaknya juga sudah menyampaikan surat kepada Pemkab Nunukan namun belum ada tindak lanjutnya.

"Kami ingin menyampaikan agar Dinas Kesehatan dapat merespon permintaan kita, supaya jadi enak masalah yang hamil, yang bersalin. Jadi kita tidak perlu jauh-jauh dari pustu yang ada. Percuma kalau pustu tidak punya bidan hanya perawat saja, jadi nanti ada yang mau bersalin, ada yang mau periksa tidak ada bidan. Yang ada cuma perawat," ujarnya.

Pustu Apas memiliki dua tenaga kesehatan yakni satu perawat dan seorang bidan. Selama tiga bulan belakangan ini hanya perawat tersebut yang memberikan pelayanan.

Selain berharap agar bidan Santi segera dirolling, ia juga berharap instansi terkait mengganti dan melengkapi fasilitas di pustu seperti meja tempat perawat, lemari dan tempat obat-obatan.

Informasi yang dihimpun Tribun Kaltim (Tribun Network) dari warga setempat, oknum bidan dimaksud sebelumnya disekolahkan Pemkab Nunukan. Dalam kontrak harusnya yang bersangkutan mengabdi selama dua kali masa studi ditambah satu tahun. Jika melanggar kontrak, yang bersangkutan harus mengembalikan biaya dari Pemkab Nunukan.

"Sampai sekarang yang bersangkutan jarang masuk," kata salah seorang warga.

Baca Juga:

Editor: Dewi Agustina
Sumber: Tribun Kaltim
0 KOMENTAR
955262 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
    Jadilah yang pertama memberikan komentar
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas