• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Rabu, 22 Oktober 2014
Tribunnews.com

Jabar Turunkan Suku Bunga KCR

Sabtu, 22 September 2012 09:49 WIB
Jabar Turunkan Suku Bunga KCR
Ilustrasi Suku Bunga

TRIBUNNEWS.COM  BANDUNG, - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar resmi menurunkan suku bunga program Kredit Cinta Rakyat (KCR). Program kredit bagi para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) ini diluncurkan akhir 2011.

"Pada awalnya, suku bunga KCR sebesar 9,3 persen. Kini, suku bunga KCR turun 1 persen, menjadi 8,3 persen," kata Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (KUMKM) Jabar, Wawan Hernawan, di tempat kerjanya, Jalan Soekarno Hatta, Bandung, Jumat (21/9/2012).

Wawan mengatakan, turunnya suku bunga KCR tersebut juga diikuti turunnya nilai agunannya. Pada awalnya, besarnya agunan KCR sejumlah 60 persen total kredit. Kini, kata dia, turun menjadi 40 persen total kredit.

"Ada dasar hukum mengenai turunnya suku bunga dan nilai agunan KCR, yaitu Peraturan Gubernur No 38/2012 tanggal 27 Juli 2012. Isinya, mengenai Perubahan Peraturan Gubernur Jabar Nomor 57/2011 mengenai Petunjuk Teknis Peraturan Daerah (Perda) Nomor 8/2011 soal Pengelolaan Dana Bergulir," kata pria asal Subang tersebut.
Menurut Wawan putusan pemerintah menurunkan suku bunga dan nilai agunan KCR itu adalah untuk mendongkrak likuiditas KCR.

Mengenai nilai KCR yang sudah tersalurkan, Wawan menyebutkan, selama periode Januari-Agustus 2012, baru mencapai Rp 28,1 miliar. Padahal, ketika pertama kali bergulir, pemerintah mengalokasikan dana Rp 165 miliar.

Masih kecilnya penyaluran KCR ini, kata Wawan, karena pada peraturan sebelumnya, terdapat sejumlah klausul yang berpotensi menjadi kendala penyerapan KCR. Misalnya, berkaitan dengan agunan dan suku bunga. Bagi para pelaku UMKM, sambungnya, itu tergolong memberatkan.

Dalam peraturan yang baru, terdapat pengaturan sasaran dana bergulir, selain berkaitan dengan agunan dan suku bunga. Jika pada peraturan sebelumnya, target pasar KCR yaitu para pelaku usaha mikro kecil. Sedangkan pada peraturan yang baru, siapa pun, baik individu, maupun kelompok, semisal koperasi, dapat mengakses KCR.

"Dulu para pelaku UMKM yang masih punya cicilan lain, tidak dapat mengajukan KCR. Tapi, sekarang, para pelaku UMKM yang punya cicilan, dapat kesempatan menerima KCR," ujarnya.

Kepala Bidang Pembiayaan dan Teknologi Tepat Guna Dinas KUMKM Jabar, Rudibillah, menambahkan, sejak berlakunya peraturan baru tersebut, penyaluran KCR menunjukkan tren pertumbuhan positif. Jika selama Januari-Agustus 2012, nilainya baru Rp 28,1 miliar, kini pada September, tumbuh menjadi Rp 38 miliar. KCR kepada UMKM disalurkan melalui Bank Jabar Banten (BJB). BJB akan mengarahkan pinjaman bagi UMKM di bawah Rp 50 juta kepada KCR, sedangkan di atas Rp 50 juta kepada kredit mikro utama. (win)

Editor: Budi Prasetyo
Sumber: Tribun Jabar
0 KOMENTAR
957352 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
    Jadilah yang pertama memberikan komentar
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas