Sabtu, 29 November 2014
Tribunnews.com

Jualan di Kereta, Tujuh Pedagang Asongan Diamankan

Senin, 24 September 2012 21:15 WIB

Jualan di Kereta, Tujuh Pedagang Asongan Diamankan
TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN
Kereta api KRD tujuan Cicalengka melaju meninggalkan Stasiun Bandung, Kota Bandung, Selasa (28/8/2012). Wali Kota Bandung Dada Rosada menegasikan dalam waktu dekat Kota Bandung akan memiliki transportasi publik monorel Mass Rapid Transit (MRT) yang akan dibangun pada akhir 2013 mendatang. (TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN)

Laporan Reporter Tribun Jogja, Susilo Wahid Nugroho

TRIBUNNEWS.COM, PURWOKERTO - PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 5 Purwokerto berhasil mengamankan 7 orang pedagang asongan yang berjualan di dalam kereta. Mereka diamankan dari KA Kutojaya Utara jurusan Pasarsenen- Kutoarjo dalam operasi penertiban yang dilakukan di Stasiun Purwokerto, Senin (24/9/2012).

Saat dimintai keterangan oleh petugas, ketujuh pedagang asongan tersebut mengaku naik kereta dari stasiun Bumiayu. Mereka hendak berjualan di kereta menuju Stasiun Kutoarjo.

Manajer Humas PT KAI Daop 5 Purwokerto mengatakan bahwa ketujuh pedagang asongan tersebut telah didata dan dilakukan pembinaan oleh tim Pamtib Daop 5 Purwokerto.

"Mereka diberi pengarahan dan bimbingan agar tidak mengulang perbuatanya berjualan di dalam KA," ujar Surono, Senin (24/9/2012).

Surono menambahkan, mulai 1 Januari 2012 lalu PT KAI telah memberlakukan kebijakan terhadap pedagang asongan yang dilarang berjualan dalam KA. Peraturan tersebut diberlakukan baik kelas komersial maupun ekonomi.

"Kami masih memberi kesempatan kepada mereka (pedagang asongan-red) untuk berjualan di stasiun- stasiun saat kereta berhenti, itupun hanya dari luar dan tidak boleh masuk ke dalam kereta," tambah Surono.

Surono menegaskan bahwa PT KAI tidak main-main dalam menegakkan aturan larangan pedagang asongan berjualan dalam kereta api. Untuk mengawal kebijakan tersebut PT KAI Daop 5 akan lebih intensif lagi melakukan operasi penertiban terhadap pedagang asongan, pengamen dan pengemis dalam KA.

"Kebijakan ini dilakukan semata-mata demi kenyamanan para penumpang kereta," kata Surono.

Editor: Willy Widianto
Sumber: Tribun Jogja

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas