• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Selasa, 2 September 2014
Tribunnews.com

Jamwas Monitor Penyidik Kasus Bansos Sulsel

Senin, 1 Oktober 2012 19:21 WIB
Jamwas Monitor Penyidik Kasus Bansos Sulsel
Ilustrasi Korupsi

Laporan Wartawan Tribun Timur, Rudhy

TRIBUNNEWS.COM, MAKASSAR -- Kasus dugaan tindak pidana korupsi penyelewengan anggaran bantuan sosial (bansos) di pemerintahan Provinsi Sulawesi Selatan terus menuai  perhatian banyak publik terkhusus pihak Kejaksaan Agung (Kejagung) RI yang terus memonitor perkembangan kelanjutan kasus yang merugikan negara senilai Rp 8,8 miliar.

Jaksa Agung Muda Pengawasan (Jamwas) Kejagung RI Marwan Effendy kepada sejumlah wartawan di kantor Kejati Sulsel, Senin (1/10/2012) mengaku, bersedia turun tangan atau ikut andil terkait proses penyidikan baru kasus bansos yang diduga melibatkan oknum pejabat pemerintahan di Sulsel.

“Semua daerah yang ada di Indonesia bansosnya bermasalah. Jadi untuk itu pihak Kejagung RI sendiri akan terus memantau kinerja penyidik bagian pidana khusus Kejati Sulsel menyangkut perkembangan kasus yang diduga kuat bakal menyeret pejabat pemerintahan,” tegas Marwan usai melakukan inspeksi di Kejati Sulsel, siang tadi.

Alasan mantan Kajati Jawa Tengah tersebut, bersedia ikut andil dalam kasus yang menyeret Bendahara Pengeluaran Kas Daerah (BPKD) Pemprov Sulsel Anwar Beddu sebagai tersangka bahkan tervonis dua tahun penjara di Pengadilan Tipikor Makassar beberapa waktu lalu, jika pihaknya menemukan adanya indikasi unsur kesengajaan pihak penyidik Kejati Sulsel menutup-nutupi adanya keterlibatan pihak lain atas raibnya dana APBD Pemprov 2008 yang mencapai miliaran rupiah.

“Jika ada indikasi pihak Kejati Sulsel khususnya penyidik kasus bansos ingin menutup-nutupi keterlibatan oknum lainnya, maka kami siap turun tangan,” terang Marwan kepada wartawan.

Marwan mengatakan, secara teknis, pria berkecamata itu mengaku tidak mengetahui secara pasti duduk persoalan kasus bansos yang disinyalir bakal menyeret banyak oknum pejabat pemerintahan dan oknum politisi yang duduk di DPRD Sulsel.

“Soal duduk perkaranya memang kami tidak terlalu ngerti. Tapi melihat kasus bansos memang sangat kuat indikasi korupsinya. Jadi kami meminta kepada penyidik agar menyeriusi untuk menyelesaikan kasus itu,” tandasnya didampingi Kajati Sulsel Fietra Sany.

Editor: Hendra Gunawan
Sumber: Tribun Timur
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
987582 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
    Jadilah yang pertama memberikan komentar
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas