• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Kamis, 2 Oktober 2014
Tribunnews.com

RSUD Taman Husada Bontang Naikkan Tarif

Senin, 1 Oktober 2012 19:42 WIB
RSUD Taman Husada Bontang Naikkan Tarif
TRIBUN KALTIM/NEVRIANTO HARDI PRASETYO
Ilustrasi rumah sakit

Laporan Wartawan Tribun Kaltim, Udin Dohang

TRIBUNNEWS.COM, BONTANG -- Rencana manajemen RSUD Taman Husada Bontang menaikkan tarif layanan RSUD,  akhirnya mendapat dukungan DPRD setempat. Anggota Komisi I DPRD Bontang, Ubayya Bengawan meminta agar Pemerintah segera menerbitkan Peraturan Walikota (Perwali) yang mengatur soal kenaikan tarif RSUD.

"Saya minta pemerintah membuat Perwali soal kenaikan tarif layanan RSUD," ujar Ubayya, saat menghadiri rapat kerja DPRD dengan Pemerintah, di ruang rapat DPRD, Senin (1/10/2012) kemarin.

Menurut Ubayya, upaya menaikkan tarif dasar RSUD perlu segera diwujudkan guna mengurangi beban warga miskin (Gakin) yang dirujuk berobat ke Rumah Sakit swasta. Besarnya selisih tarif antara RSUD dengan RS swasta, membuat pasien RSUD yang dirujuk berobat ke RS swasta dengan menggunakan kartu Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda), harus menanggung biaya besar. Pasalnya, pemerintah hanya menanggung premi Jamkesda sebesar tarif layanan yang berlaku di RSUD.

"Ini yang banyak dikeluhkan, banyak warga yang dirujuk berobat ke RS swasta, dipaksa mengeluarkan biaya besar, karena premi dari Jamkesda sangat rendah," papar Ubayya dalam rapat yang dipimpin Ketua DPRD Bontang Neni Mernieani, serta dihadiri Wawali Bontang Isro Umarghani, Sekretaris Daerah, Asmudin Hamzah serta sejumlah Kepala Dinas.

Sebagai ilustrasi, tarif kamar yang berlaku di RSUD untuk pasien Jamkesda hanya berkisar Rp 7.000 per malam. Sementara tarif terendah di RS Swasta sudah berkisar Rp 30.000- Rp 40.000 per malam. "Usul kami, minimal tarif RSUD itu mendekati tarif RS Swasta supaya kekurangan dari premi Jamkesda tidak terlalu besar, saat ada pasien yang dirujuk ke RS Swasta," ungkapnya.
             
Selain mendesak kenaikan tarif dasar RSUD, politisi Partai Demokrat Bontang ini juga menyoroti soal terhambatnya lelang pengadaan obat dan makanan suplemen tambahan bagi bayi di Dinas Kesehatan. Ia meminta pemerintah mempercepat kedua program tersebut karena bersentuhan langsung dengan kebutuhan publik. "Saya minta lelang pengadaan obat dan tambahan suplemen bagi bayi dipercepat. Urusan kesehatan seperti itu tidak bisa dianggap remeh," tandasnya.

Editor: Hendra Gunawan
Sumber: Tribun Kaltim
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
987622 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
    Jadilah yang pertama memberikan komentar
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas