Rabu, 6 Mei 2015
Tribunnews.com

Polres Cirebon Luncurkan Polisi Siswa

Kamis, 4 Oktober 2012 08:05 WIB

Polres Cirebon Luncurkan Polisi Siswa
DOK
ilustrasi Kepolisian Resor Cirebon dan Pemerintah Kabupaten Cirebon meluncurkan program polisi siswa di Kabupaten Cirebon, di halaman SMK Nusantara, Kecamatan Plered, Kabupaten

TRIBUNNEWS.COM CIREBON, - Kepolisian Resor Cirebon dan Pemerintah Kabupaten Cirebon meluncurkan program polisi siswa di Kabupaten Cirebon, di halaman SMK Nusantara, Kecamatan Plered, Kabupaten Cirebon, Rabu (3/10/2012).

Sebanyak 62 siswa SMP dan SMA dari 31 kepolisian sektor di wilayah Polres Cirebon bersumpah untuk membantu menjaga dan mengamankan sekolah mereka dari potensi tawuran. Para siswa itu dilengkapi simbol khusus di lengan kanan dengan tulisan "Polsis" dan peluit yang menggantung di pundak kiri mereka. Itu merupakan ciri khusus siswa yang bakal menjadi polisi untuk rekan-rekan sekolah mereka sendiri.

"Kontribusi siswa penting untuk mengantisipasi tawuran (antara sekolah). Mereka bertugas untuk mengamati, mencatat, merekam, dan melaporkan nama siswa satu sekolah yang berpotensi membuat masalah. Ini bukan pengkhianatan terhadap rekan satu sekolah, tapi justru menolong mereka," ujar Kapolres Cirebon, AKBP Hero Hendrianto Bachtiar, pada "Launching dan Kesepakatan Bersama Polisi Siswa (Polsis)" di Kabupaten Cirebon, kemarin.

Menurut Hero, 62 siswa ini hanya sebagai perwakilan karena selanjutnya setiap SMP dan SMA/K harus memiliki lima polisi sekolah. Mereka adalah murid-murid pilihan di sekolahnya berdasarkan prestasi dan perilaku baik yang akhirnya dipilih pihak kepolisian untuk mengemban predikat Polsis.

Secara khusus, para polsis bakal menerima pelatihan dari pihak kepolisian. "Polsis semacam agen di sekolah masing-masing," katanya. Mereka, ucapnya, menjadi penghubung pihak sekolah dan pihak kepolisian.

Polsis, katanya, bertugas untuk mengingatkan rekan-rekannya mengenai hukuman bagi para siswa pelaku tawuran. Hero mengatakan, setidaknya, siswa yang terlibat tawuran bisa dihukum penjara, dari yang paling ringan hingga yang paling berat.

SMK Nusantara tercatat sebagai sekolah yang paling sering terlibat tawuran di Kabupaten Cirebon. Namun, Kepala Sekolah SMK Nusantara, Zainal Abidin, mengatakan para siswanya bukan pembuat onar. Namun, ia sepakat dengan pembentukan polsis di setiap SMP dan SMK, termasuk di SMK Nusantara. Ia mengharapkan kerja sama sekolah dan polisi melalui polsis mampu meredam tawuran.

Halaman123
Editor: Budi Prasetyo
Sumber: Tribun Jabar
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2015 About Us Help
Atas