Buah Bligo Raksasa 10 Kg Ini Ditawar Rp 5 Juta

Jangan terkejut jika menyusuri Jalan Kolonel Ahmad Syam atau jalan yang menghubungkan Jalan Raya Jatinagor

Buah Bligo Raksasa 10 Kg Ini Ditawar Rp 5 Juta
Net
Ilustrasi buah bligo

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Tengku M Guci Syaifuddin

TRIBUNNEWS.COM, BANDUNG -- Jangan  terkejut jika menyusuri Jalan Kolonel Ahmad Syam atau jalan yang menghubungkan Jalan Raya Jatinangor dengan Jalan Raya Rancaekek pada siang hari ada keramaian. Pasalnya, terdapat buah unik yang tumbuh di sebuah rumah yang letaknya berada di tengah-tengah jalan sepanjang 5 km itu.

Jika menggunakan kendaraan dari arah Jatinangor menuju Jalan Raya Rancaekek, tanaman tersebut tepat tumbuh berada di sebelah kiri. Sedangkan jika dari arah Jalan Raya Rancaekek menuju Jalan Raya Jatinangor, buah itu tepat berada di sebelah kanan.

Buah itu adalah buah milik Muhammad Ijang Saefudin (63), warga RT 2 RW 2 Kampung Neglasari, Desa Sayang, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang. Buah yang tumbuh di depan halamannya itu memiliki bentuk menyerupai kentongan. Itu sebabnya Ijang menyebut buah tersebut dengan nama kohkol ajaib.

"Kalau nama asli buahnya adalah buah bligo," ujar Ijang ketika ditemui Tribun di kediamannya, Minggu (7/10/2012).

Ijang sendiri mengaku heran dengan munculnya buah bligo atau labu air raksasa di depan rumahnya. Ia tak pernah menyangka buah bligo yang keluar akan sebesar kentongan. Apalagi tanaman bligo tersebut hanya menghasilkan satu buah saja.

"Saya pikir buahnya hanya sebesar terong atau mentimun dengan berat sekitar 1 kg," kata pria yang memiliki dua anak itu.

Ijang mengatakan, buah tersebut memilik berat lebih dari 10 kg. Karena itu Ijang menggantung tangkai Buah Bligo di pohon mangga yang masih kepunyaannya. Bahkan saking beratnya menahan buah hingga menggelayut itu, Ijang harus memasang dua penyangga untuk menahan batang pohon mangga tersebut agar tak roboh.

"Dengan waktu sekitar empat bulan tiba-tiba buah langsung sebesar itu," ujarnya. Ijang tidak menyangka jika ukuran buahnya itu bisa menghebohkan warga sekitar.

Ijang mengaku banyak warga dan pengguna jalan berhenti di depan rumahnya ketika melihat buah miliknya itu. Sebab rumahnya memang berdampingan dengan Masjid Nurul Yakin.

Halaman
12
Editor: Hendra Gunawan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com © 2016
About Us
Help