• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Sabtu, 23 Agustus 2014
Tribunnews.com

Buah Bligo Raksasa 10 Kg Ini Ditawar Rp 5 Juta

Senin, 8 Oktober 2012 10:25 WIB
Buah Bligo Raksasa 10 Kg Ini Ditawar Rp 5 Juta
Net
Ilustrasi buah bligo

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Tengku M Guci Syaifuddin

TRIBUNNEWS.COM, BANDUNG -- Jangan  terkejut jika menyusuri Jalan Kolonel Ahmad Syam atau jalan yang menghubungkan Jalan Raya Jatinangor dengan Jalan Raya Rancaekek pada siang hari ada keramaian. Pasalnya, terdapat buah unik yang tumbuh di sebuah rumah yang letaknya berada di tengah-tengah jalan sepanjang 5 km itu.

Jika menggunakan kendaraan dari arah Jatinangor menuju Jalan Raya Rancaekek, tanaman tersebut tepat tumbuh berada di sebelah kiri. Sedangkan jika dari arah Jalan Raya Rancaekek menuju Jalan Raya Jatinangor, buah itu tepat berada di sebelah kanan.

Buah itu adalah buah milik Muhammad Ijang Saefudin (63), warga RT 2 RW 2 Kampung Neglasari, Desa Sayang, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang. Buah yang tumbuh di depan halamannya itu memiliki bentuk menyerupai kentongan. Itu sebabnya Ijang menyebut buah tersebut dengan nama kohkol ajaib.

"Kalau nama asli buahnya adalah buah bligo," ujar Ijang ketika ditemui Tribun di kediamannya, Minggu (7/10/2012).

Ijang sendiri mengaku heran dengan munculnya buah bligo atau labu air raksasa di depan rumahnya. Ia tak pernah menyangka buah bligo yang keluar akan sebesar kentongan. Apalagi tanaman bligo tersebut hanya menghasilkan satu buah saja.

"Saya pikir buahnya hanya sebesar terong atau mentimun dengan berat sekitar 1 kg," kata pria yang memiliki dua anak itu.

Ijang mengatakan, buah tersebut memilik berat lebih dari 10 kg. Karena itu Ijang menggantung tangkai Buah Bligo di pohon mangga yang masih kepunyaannya. Bahkan saking beratnya menahan buah hingga menggelayut itu, Ijang harus memasang dua penyangga untuk menahan batang pohon mangga tersebut agar tak roboh.

"Dengan waktu sekitar empat bulan tiba-tiba buah langsung sebesar itu," ujarnya. Ijang tidak menyangka jika ukuran buahnya itu bisa menghebohkan warga sekitar.

Ijang mengaku banyak warga dan pengguna jalan berhenti di depan rumahnya ketika melihat buah miliknya itu. Sebab rumahnya memang berdampingan dengan Masjid Nurul Yakin.

Itu sebabnya banyak masyarakat yang berhenti untuk sekedar mengetahui jenis pohon tersebut usai menunaikan ibadah salat. Bahkan tak jarang banyak masyarakat yang meminta izin untuk mengambil foto buah tersebut sebagai kenang-kenangan.

"Dari Sukabumi, Bogor, Sumedang, Cicalengka, dan beberapa daerah lainnya banyak yang mampir," ujarnya. Ia mengaku mendapatkan teman kenalan baru gara-gara keberadaan buahnya tersebut.
Dikatakan Ijang, buahnya tersebut sempat akan ditawar warga asal Bogor dengan harga Rp 5 juta. Namun Ijang tak mau memberikannya. Alasannya, buah tersebut masih muda sehingga dikhawatirkan tidak sesuai dengan harapan si pembeli tersebut.

"Kalau sekarang memang sudah kelihatan tua, jadi silahkan saja kalau ada yang mau membeli," ujarnya. Ia pun siap bernegoisasi terkait dengan harga.

Hal senada juga dikatakan istri Ijang, Engkan Kartini (52). Engkan mengaku menjadi saksi tumbuh besarnya buah bligo yang ditanam suaminya itu. "Awalnya hanya sebesar jari kelingking orang dewasa," ujarnya.

Meski melihat buah bligo terus membesar, Engkan tak merasa khawatir. ia pun memiliki keinginan untuk segera memetiknya jika memang sudah matang. Namun ia mengurungkan keinginannya ketika suaminya melarang untuk memasaknya.

"Tadinya kalau banyak bisa buat manisan sama buat sayuran," kata Engkan. Ia menyebut buah bligo memiliki khasiat yang baik untuk kesehatan.

Kini Engkan menanti buah tersebut terputus dari tangkai dengan sendirinya. Sebab ia berencana membuat teko poci berbahan kulit dari buah tersebut. Lagi pula Engkan mengira jika buahnya tak bisa dimakan lagi jika buahnya terputus dari tangkainya.

"Kulitnya keras kalau dijemur. Makanya dibiarkan mengering dulu. Kalau isinya paling buat pupuk," katanya. Ia pun tak menolak jika memang ada pelancong yang hendak membeli buahnya itu.

Buah yang memiliki nama latin Benincasa hispida itu, kata Engkan, merupakan sejenis tanaman semak yang sekeluarga dengan buah labu (labu-buan). Bentuknya, bulat dan lonjong besar menyerupai semangka. Kulitnya hijau polos dan keras.

Berdasarkan buku yang dibaca Engkan, buah bligo memiliki efek farmakologis yang berkhasiat untuk menguatkan ginjal, liver, dan peluruh dahak. Bligo juga diketahui mengandung banyak zat-zat seperti protein, karbohidrat, serat, vitamin (B1, B2, dan C), asam nikotinat, alkalin, cucurbitin, dan asam resin. "Sedangkan kulit labu Bligo digunakan untuk melancarkan kemih, menyembuhkan radang ginjal. Sedangkan bijinya untuk mengobati batuk," kata Engkan menunjukkan buku yang ia baca.

Editor: Hendra Gunawan
Sumber: Tribun Jabar
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
1009401 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
    Jadilah yang pertama memberikan komentar
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas