Jumat, 21 November 2014
Tribunnews.com

Heboh Video Mesum Sejoli Siswa SMP di Belakang Stasiun

Senin, 15 Oktober 2012 21:07 WIB

Heboh Video Mesum Sejoli Siswa SMP di Belakang Stasiun
Ilustrasi

Laporan Wartawan Surya, Robert

TRIBUNNEWS.COM, PASURUAN- Gara-gara malu karena video mesum yang memuat adegan tak pantas dilakukan oleh anak seusianya menyebar luas, dua siswa-siswi SMP negeri di Kecamatan Nguling, Pasuruan, Jawa Timur  terpaksa harus putus sekolah.

"Kedua orangtua pasangan murid sekolah pertama telah menyerahkan surat pengunduran diri anak mereka seminggu yang lalu,"ujar Wakil Kepala Sekolah SMPN 3 Nguling, Zamroni, Senin(15/10/2012).

Menurut Zamroni pihak sekolah sudah berupaya untuk berdialog dengan orangtua serta kedua pelaku guna menemukan solusi terbaik. "Namun kedua murid tersebut akan dibina oleh orangtua masing-masing dan akan dimasukkan ke Ponpes, " tambah Zamroni.

Peristiwa yang membuat prihatin para orangtua tersebut terjadi ketika liburan sekolah beberapa waktu lalu, AM siswa kelas VIII yang berpacaran dengan kakak kelasnya SNK siswi kelas IX, melakukan adegan mesum di belakang stasiun lama Grati.

Perbuatan keduanya direkam oleh seseorang yang diduga teman mereka menggunakan kamera Handphone. Alhasil video yang berdurasi 11 menit 57 detik tersebut langsung menyebar dengan cepat di kalangan pelajar maupun masyarakat di Kecamatan Grati serta Kecamatan Nguling.

Dalam rekaman video tersebut tampak kedua ABG bau kencur itu beradegan mesra dengan pakaian bagian atas terbuka atau topless. Keduanya tampak tidak malu meskipun melakukannya di tempat terbuka karena suasana di belakang stasiun tersebut memang sepi. Entah sadar atau tidak perbuatan mereka sedang direkam, keduanya terus saja berasyik masyuk.

Setelah tersebar luas dan meresahkan masyarakat, pihak sekolah akhirnya memanggil para pelaku beserta orangtuanya guna klarifikasi. Namun dengan kesadaran akibat perbuatan memalukan tersebut, sejoli itu telah mengundurkan diri dari sekolah sejak tanggal 10-10-2012 lalu dengan menyertakan surat pernyataan bermeterai.

Menghadapi semakin memprihatinkannya kelakuan para remaja saat ini, pihak sekolah  mengimbau agar para orangtua lebih memperhatikan dan mengawasi anak remaja mereka agar terhindar dari perbuatan negatif dan terpengaruh oleh film porno maupun adegan-adegan yang tak pantas ditiru oleh anak seusia mereka.

Editor: Yulis Sulistyawan
Sumber: Surya

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas