• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Jumat, 1 Agustus 2014
Tribunnews.com

Jalankan Perintah Bupati, Idayati Divonis Satu Tahun Penjara

Senin, 15 Oktober 2012 21:20 WIB
Jalankan Perintah Bupati, Idayati Divonis Satu Tahun Penjara
net

Laporan Wartawan Tribun Timur/ Rudhy

TRIBUNNEWS.COM  MAKASSAR, –Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Makassar menjatuhkan vonis pidana penjara selama satu tahun terhadap mantan Direktur Rumah Sakit Padjonga Daeng Ngalle Kabupaten Takalar dr Idayati Sanusi

Idayati merupakan terdakwa kasus tindak pidana korupsi pengadaan 85 unit ranjang elektronik di RS Takalar 2009 lalu yang merugikan keuangan negara senilai Rp 375 juta rupiah.

Dalam amar putusan majelis hakim yang diketuai Muhammad Damis beranggotakan Isjuaedi dan Paelori, terdakwa divonis 12 bulan penjara lantaran terbukti melakukan tindak pidana korupsi penyalahgunaan jabatan yang melekat pada dirinya hingga mengakibatkan kerugian keuangan negara.

“ Hukuman satu tahun penjara sudah sesuai dengan perbuatan terdakwa,” kata Muhammad Damis saat membacakan amar putusan terdakwa di Pengadilan Tipikor, Makassar, Senin (15/10).

Atas amar putusan majelis hakim terdakwa dinilai melanggar pasal 3 UU Nomor 30 tahun 1999 yang telah diubah ke dalam pasal 2 UU Nomor 20 tahun 2001 tentang pembarantasan tindak pidana korupsi juncto pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.

Vonis penjara oleh hakim terhadap terdakwa tidak seperti dengan pelaku korupsi biasanya. Pasalnya, setiap pelaku korupsi, selain dijerat hukuman badan biasanya terdakwa juga dikenakan membayar denda dan uang pengganti.

Namun untuk eks Direktur RS Padjonga Daeng Ngalle ini sama sekali tidak dibebankan membayar denda sepersen pun, apalagi sampai melakukan ganti rugi atas kerugian negara yang ditimbulkan karena perbuatannya.

Hal itu dimaksud karena terdakwa dinilai sama sekali tidak pernah menikmati uang hasil kejahatan sebagaimana sangkaan jaksa penuntut umum sebelumnya. Dimana dalam tuntutan jaksa, terdakwa diancam pidana penjara selama 1,5 tahun, denda Rp 50 juta serta uang pengganti senilai Rp 150 juta.

Selain Idayati, dua terdakwa lainnya juga ikut menjalani sidang dengan agenda pembacaan vonis oleh majelis hakim. Mereka adalah mantan bendahara pengeluaran Suparmi, dan penyalur barang Andi Tenri Senge.

Untuk Suparmi, Ia divonis penjara selama satu tahun sementara Andi Tenri Senge, terdakwa dijatuhi hukuman 1,3 tahun alias 15 bulan penjara. Bahkan Tenri dibebankan untuk membayar uang pengganti kerugian negara senilai Rp 42, 3 juta.

“Kenapa hukumannya berbeda. Karena Andi Tenring merupakan otak atau dasar sehingga timbulnya kerugian negara. Karena dalam kasus itu, dia bertindak selaku penghubung antara pihak Yayasan Kemanusian Fajar dan pihak RS setempat,” tegas Damis mengaku hukuman itu sudah setimpal dengan perbuatan terdakwa.

Sebelumnya, 9 Oktober lalu, dr Syarifuddin yang juga merupakan eks Direktur RS tersebut juga telah menjalani sidang putusan di Pengadilan Tipikor Makassar. Dia pun divonis penjara selama satu tahun bersama dengan bendahara Jamkesmas Roslia yang juga terlibat dalam kasus itu.

“Kelimanya divonis bersalah karena telah menjalankan perintah Bupati Takalar Ibrahim Rewa untuk membayar dana angkutan ranjang dengan menggunakan dana Jamkesmas,” terang Asfah A Gau, pengacara Syarifuddin.

Sebelumnya, kelima terdakwa ini dituntut 1,5 tahun atau 18 bulan. Lebih tinggi dibandingkan putusan majelis hakim.

Atas vonis yang mebelit Idayati, Suparmi dan Andi Tenri Senge, Marhuma yang bertindak sebagai pengacara Idayati mengaku masih pikir-pikir untuk mengajukan proses banding ke Pengadilan Tinggi (PT) Sulsel atas vonis majelis hakim.

Hal senada juga dikemukan Tuwo, Jaksa penuntut umum dalam kasus itu, Ia mengaku, pihaknya juga masih pikir-pikir. “Kami minta waktu selama tujuh hari atau sepekan untuk menyiapkan segala berkas untuk kemudian mengajukan proses banding,” ujar Tuwo yang juga Kepala Seksi Pidana Khusus Kejari Takalar.

Penasehat hukum terdakwa Asfah A Gau mengaku tidak puas atas hukuman yang membelit kelima terdakwa. Pasalnya, hukuman tersebut tidak sesaui dengan fakta yang terungkap dipersidangan.

Bahwa pihak atau oknum yang patut bertanggungjawab secara pidana dalam kasus itu adalah Bupati Takalar Ibrahim Rewa dan Ketua Yayasan Kemanusian Fajar (YKF) Alwi Hamu.

Dia menilai keterlibatan Bupati Takalar sangat jelas diuraikan dalam proses persidangan, dimana pembayaran yang dilakukan Syarifuddin itu berdasrkan atas perintah Ibrahim Rewa.

Sementara Alwi Hamu terlibat lantaran diduga bantuan ranjang hibah tersebut diduga diperjual belikan. Padahal dalam kontrak sama sekali tidak dipungut biaya.

“Seharusnya keduanyalah yang harus bertanggungjawab bukan kelima terdakwa itu yang hanya dijadikan sebagai tumbal untuk menutupi kesalahan orang lain. Dari awal kami sudah meyakini bawah tidak ada kedailan karena proses hukumnya juga sudah aneh,” tegas pengacara terdakwa.

Berdasarkan fakta di persidangan, YKF bertindak sebagai penerima dan penyalur ranjang eletronik yang bersoal itu. hal itu berdasarkan atas pemberian kewenangan oleh Sekretariat Wakil Presiden RI 2009 silam bahkan diketahui, Yayasan yang masuk dalam perusahaan PT Media Fajar ini merupakan tempat penitipan ranjang.

Diketahui, YKF menerima hibah sebanyak 600 unit ranjang elektronik pada 2009
dari Sekretariat Wakil Presiden. Dimana salah satu pihak RS yang mendapatkan bantuan adalah RS Padjonga Daeng Ngalle Takalar sebanyak 85 unit.
Kasus ini mencuat karena, pihak rumah sakit menggunakan dana jaminan kesehatan sosial untuk membayar biaya angkut ranjang itu. Dalam dakwaan jaksa disebutkan pembayaran biaya angkut senilai Rp 375 juta.

Padahal pengangkutan 85 unit ranjang itu seyogyanya gratis karena anggaran pengadaan ranjang senilai Rp 532 juta itu merupakan hibah dari Sekretariat Wakil Presiden pada 2008.

Pengadaan ranjang itu dilakukan saat Idayati Sanusi masih menjabat sebagai direktur rumah sakit. Namun pada saat itu, Idayati hanya membayar biaya angkut Rp 225 juta. Sisanya, Rp 150 juta dibayarkan oleh Syarifuddin yang menggantikan jabatan Idayati. (rud)

Baca   Juga  :

Editor: Budi Prasetyo
Sumber: Tribun Timur
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
1035371 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
    Jadilah yang pertama memberikan komentar
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas