Jalankan Perintah Bupati, Idayati Divonis Satu Tahun Penjara

Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Makassar menjatuhkan vonis pidana penjara selama satu tahun

Jalankan Perintah Bupati, Idayati Divonis Satu Tahun Penjara
net

Laporan Wartawan Tribun Timur/ Rudhy

TRIBUNNEWS.COM  MAKASSAR, –Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Makassar menjatuhkan vonis pidana penjara selama satu tahun terhadap mantan Direktur Rumah Sakit Padjonga Daeng Ngalle Kabupaten Takalar dr Idayati Sanusi

Idayati merupakan terdakwa kasus tindak pidana korupsi pengadaan 85 unit ranjang elektronik di RS Takalar 2009 lalu yang merugikan keuangan negara senilai Rp 375 juta rupiah.

Dalam amar putusan majelis hakim yang diketuai Muhammad Damis beranggotakan Isjuaedi dan Paelori, terdakwa divonis 12 bulan penjara lantaran terbukti melakukan tindak pidana korupsi penyalahgunaan jabatan yang melekat pada dirinya hingga mengakibatkan kerugian keuangan negara.

“ Hukuman satu tahun penjara sudah sesuai dengan perbuatan terdakwa,” kata Muhammad Damis saat membacakan amar putusan terdakwa di Pengadilan Tipikor, Makassar, Senin (15/10).

Atas amar putusan majelis hakim terdakwa dinilai melanggar pasal 3 UU Nomor 30 tahun 1999 yang telah diubah ke dalam pasal 2 UU Nomor 20 tahun 2001 tentang pembarantasan tindak pidana korupsi juncto pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.

Vonis penjara oleh hakim terhadap terdakwa tidak seperti dengan pelaku korupsi biasanya. Pasalnya, setiap pelaku korupsi, selain dijerat hukuman badan biasanya terdakwa juga dikenakan membayar denda dan uang pengganti.

Namun untuk eks Direktur RS Padjonga Daeng Ngalle ini sama sekali tidak dibebankan membayar denda sepersen pun, apalagi sampai melakukan ganti rugi atas kerugian negara yang ditimbulkan karena perbuatannya.

Hal itu dimaksud karena terdakwa dinilai sama sekali tidak pernah menikmati uang hasil kejahatan sebagaimana sangkaan jaksa penuntut umum sebelumnya. Dimana dalam tuntutan jaksa, terdakwa diancam pidana penjara selama 1,5 tahun, denda Rp 50 juta serta uang pengganti senilai Rp 150 juta.

Selain Idayati, dua terdakwa lainnya juga ikut menjalani sidang dengan agenda pembacaan vonis oleh majelis hakim. Mereka adalah mantan bendahara pengeluaran Suparmi, dan penyalur barang Andi Tenri Senge.

Halaman
123
Editor: Budi Prasetyo
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2016
About Us
Help