Kamis, 30 Juli 2015
Tribunnews.com

Mantan Dirut PT Kereta Api Dituntut 12 Tahun Penjara

Selasa, 16 Oktober 2012 03:01 WIB

Mantan Dirut PT Kereta Api Dituntut 12 Tahun Penjara
TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN
Wa Ode Nur Zainab (kanan) kuasa hukum Ronny Wahyudi (kiri), mantan Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) terdakwa kasus dugaan korupsi pengelolaan dana investasi senilai Rp 100 miliar milik PT KAI menjawab pertanyaan wartawan seusai menjalani sidang perdananya di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jalan RE Martadinata, Kota Bandung, Senin (21/5). Ronny bersama terdakwa mantan Direktur Keuangan Ahmad Kuncoro menjalani sidang beragendakan pembacaan dakwaan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU), yang dijelaskan keduanya telah merugikan perusahaan dalam kasus penyertaan modal milik PT KAI kepada PT Optima Kharya Capital Management (PT OKCM) dan PT Optima Kharya Mulia (PT OKM) sebesar Rp 100 miliar.

TRIBUNNEWS.COM, BANDUNG - Mantan Dirut PT Kereta Api (KA) Ronny Wahyudi serta mantan Direktur Komersil PT KA Ahmad Kuncoro, masing-masing dituntut 12 tahun penjara oleh jaksa penuntut umum (JPU) pada sidang perkara dugaan korupsi investasi PT KA di PT Optima Karya Capital Managemen (OKCM) sebesar Rp 100 miliar.

Selain menuntut 12 tahun penjara, JPU juga menuntut kedua terdakwa membayar denda masing-masing Rp 500 juta.

Sidang pembacaan tuntutan yang berlangsung selama sekitar 3 jam dari pukul 13.00-16.00 itu digelar di Ruang Sidang I Pengadilan Tipikor Bandung di Jalan RE Martadinata, Kota Bandung, Senin (15/10/2012).

Menanggapi tuntutan jaksa tersebut, sambil setengah berlari meninggalkan ruang sidang kepada Tribun yang meminta tanggapan Ronny atas tuntutan itu, mantan Dirut PT KA ini menyebut tuntutan jaksa itu jahanam.

"Tulis itu, jahanam," kata Ronny sambil bergegas menuju mobil yang membawanya.

Kuasa hukum Ronny, Wa Ode Nur Zaenab SH, mengatakan, fakta hukum di persidangan tidak ada satu pun yang menyebut kasus ini sebagai kasus korupsi.

"Tidak ada kerugian negara. Tidak ada unsur memperkaya diri dan orang lain. Apa itu yang disebut korupsi?" ujar Zaenab.

Halaman123
Editor: Anwar Sadat Guna
Sumber: Tribun Jabar
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2015 About Us Help
Atas