Reni Sang Perampok BRI Muara Bulian Dapat Jatah Rp 640 Juta

Rendi Saputra alias Reni (27), satu di antara eksekutor perampokan uang BRI Cabang Muara Bulian senilai Rp 2 miliar, yang ditangkap di Kabupaten

Reni Sang Perampok BRI Muara Bulian Dapat Jatah Rp 640 Juta
int
ilustrasi

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Suang Sitanggang

TRIBUNNEWS.COM, JAMBI - Rendi Saputra alias Reni (27), satu di antara eksekutor perampokan uang BRI Cabang Muara Bulian senilai Rp 2 miliar, yang ditangkap di Kabupaten Banyuasin, Sabtu (13/10/2012) malam, kini telah 'menginap' di Polres Batanghari.

Kanit Pidum Polres Batanghari, Iptu Edi Yanuar dan anggota buser yang menangkapnya, dibantu Polsek Rambutan Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, membawa Reni berikut barang bukti.

Mobil Avanza keluaran baru yang masih menggunakan plat profit dan sertifikat kebun adalah beberapa di antaranya.

"Tersangka ditangkap di rumahnya. Dia sempat melarikan diri saat melihat kedatangan polisi,” ungkap Kapolres Batanghari, AKBP Robert A Sormin, saat menggelar jumpa pers di Mapolres Batanghari, Senin (15/10/2012). Kapolres menyebut Reni mendapat bagian sekitar Rp 640 juta dari hasil rampokan tersebut.

Informasi dari anggota, saat polisi tiba, tersangka sedang duduk santai di depan rumahnya. Merasa ada yang ingin menangkapnya, Reni langsung lari ke belakang rumahnya. Setelah lari beberapa ratus meter, polisi menembak kaki Reni supaya tidak lolos.

Reni merupakan tersangka keempat yang ditangkap, setelah sebelumnya berhasil menangkap Bambang di Kabupaten Asahan, Sumatera Utara, serta Kusnadi dan Binasri alias Yono yang ditangkap di Batanghari. Dua nama terakhir ditangkap beberapa hari setelah terjadinya perampokan di Panerokan, Rabu (15/10/2012).

Kepada Tribun Jambi (Tribun Network), Reni tidak menampik dirinya terlibat aksi perampokan itu. Dia mengaku, saat melakukan aksi itu, dia menggunakan senjata api laras pendek.

"Senjata itu saya beli Rp 3,5 juta,” ungkap Reni. Dia menyebut senjata itu merupakan rakitan, dibelinya dari seseorang di daerah Sumatera Selatan.

Senjata api tersebut tidak dibawanya pulang. "Senjata saya tanam, agak jauh dari lokasi perampokan, takut ada razia atau yang lainnya," ucapnya.

Halaman
12
Editor: Dewi Agustina
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2016
About Us
Help