Kamis, 18 Desember 2014
Tribunnews.com

Mantan Adpel Talang Duku Ditahan Paksa

Rabu, 17 Oktober 2012 10:26 WIB

Mantan Adpel Talang Duku Ditahan Paksa
TRIBUN JAMBI
Mantan Administrator Pelaksana (Adpel) Pelabuhan Talang Duku ini Belly J Picarima, tersangka kasus korupsi pengerukan Sungai Batanghari akhirnya ditahan

TRIBUNNEWS.COM, JAMBI - Mantan Administrator Pelaksana (Adpel) Pelabuhan Talang Duku ini Belly J Picarima, tersangka kasus korupsi pengerukan Sungai Batanghari akhirnya ditahan. Ia harus mendekam di Lapas Kelas II A Jambi dalam kasus yang diduga merugikan negara Rp 5,3 miliar tersebut.

Proses penahanan Belly cukup berliku. Diperiksa sejak pagi, ia sempat istirahat untuk makan siang. Bersama kuasa hukumnya, ia kembali lagi ke Kejati Jambi sekitar pukul 14.20.

Tak mudah menahan Belly J Picarima. Belly tidak begitu saja menyerah ketika akan ditahan. Ia menunjukkan perlawanannya kepada petugas Kejati Jambi dan polisi.

Selepas diperiksa, Belly tak mau meneken surat penahanan dirinya. Jaksa tak kehabisan akal, karenanya dibuat berita acara penolakan penahanan.

Ia terus melakukan protes karena merasa diperlakukan berlebihan. Ia mengatakan pengawalan ketat membuat ia merasa seperti melakukan kejahatan terorisme saja. Namun protes tersebut membuat petugas bergeming, ia tetap dipaksa masuk ke mobil tahanan yang sudah menunggu.
Tak juga menunjukkan sinyal menyerah, akhirnya Belly benar-benar dipaksa. Meski sudah di depan pintu mobil tahanan, ia masih terus menelepon seseorang yang diharapkan bisa menolong dirinya.

"Sudah, rebut saja telponnya. Dorong masuk," ujar seorang petugas yang kelihatan sudah tak sabar lagi.

Belly yang sedang menelpon didorong ke pintu mobil tahanan. Akibatnya Belly terduduk di lantai mobil berwarna hijau tersebut. Tak hanya itu, ia kemudian terus didorong sampai benar-benar masuk ke dalam mobil.

Begitu Belly sudah di dalam, petugas segera menutup pintu dari luar. Beberapa anggota polisi dan petugas kejaksaan juga langsung masuk di bagian belakang. Saking tergesanya, pintu mobil bahkan belum tertutup sempurna, dan mobil itu sudah melaju meninggalkan halaman kantor kejati, menuju Lapas Kelas II A Jambi, Jalan Pattimura.

Waka Kejati Jambi Jhon Walingson Purba mengatakan, ia tak tahu siapa yang ditelepon dan dimintai tolong oleh Belly. Ia mengatakan, apa yang dilakukan murni penegakan hukum, sehingga tak ada alasan untuk menunda penahanan Belly.

"Saya tak tahu dia telepon siapa. Juga tak ada intervensi. Seperti tahanan lainnya, ia (Belly) akan ditahan di rutan (rumah tahanan, red)," ujar Jhon seusai penahanan Belly, Selasa (16/10).

Asisten Tindak Pidana Khusus Masyrobi, dalam keterangan pers mengatakan, Belly ditahan beradasarkan surat perintah penahanan nomor: Print-625/N.5/Fd.1/10/2012 tanggal 16 Oktober 2012. Ia mengatakan tak masalah Belly menolak meneken surat penahanan, karena sudah dibuat berita acara penolakan.

Berdasarkan surat tersebut, Belly akan ditahan terhitung 16 Oktober hingga 4 November 2012. Belly menjadi tersangka selaku Pejabat Pengguna Anggaran (PPA) dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pada administrator Pelabuhan Talang Duku Jambi tahun anggaran 2011.

"Kerugian negara lebih kurang Rp 5,3 miliar, dan pelaku belum mengembalikan kerugian negara tersebut," ujar Masyrobi.

Ia mengatakan, Belly ditahan dengan alasan agar tersangka tidak melarikan diri, mengulangi perbuatannya, atau menghilangkan barang bukti. Bagaimana dengan lima tersangka lainnya? "Segera menyusul," ujar Masyrobi lagi.

Baca  Juga  :

Editor: Budi Prasetyo
Sumber: Tribun Jambi

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas