• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Kamis, 23 Oktober 2014
Tribunnews.com

Hasil Audit Dugaan Rekening Gendut Bupati Pinrang

Kamis, 18 Oktober 2012 19:31 WIB
Hasil Audit Dugaan Rekening Gendut Bupati Pinrang
Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP)

Laporan Wartawan Tribun Timur Rudhy

TRIBUNNEWS.COM MAKASSAR, – Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) perwakilan Sulsel menengarai adanya pelanggaran terkait dugaan penyelewengan pinjaman dana kredit Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pinrang senilai Rp 31,5 miliar dari Bank Sulselbar 2009 lalu.

Pencairan dana tersebut diketahui terparkir di rekening pribadi Bupati Pinrang Aslam Patonangi yang kemudian menjadi dasar pihak Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulsel untuk melakukan proses penyelidikan dan penyidikan terkait dugaan rekening gendut pejabat orang nomor satu di Pemkab Pinrang itu.

Kepala BPKP Sulsel Hanomangan Simarmata, yang dimintai tanggapannya terkait hasil audit tertentu perihal dugaan rekening gendut milik Aslam, mengaku, pihaknya belum bersedia membeberkan secara detail seperti apa hasilnya sebelum tim melaporkan seperti apa kondisi dan hasil yang ditemukan dilapangan.

“Hari ini tim sudah berhenti bekerja. Sementara menyangkut apa hasil yang diperoleh dilapangan, tunggu aja pekan depan. Pasti kami akan rilis ke publik,” kata Hamonangan kepada wartawan saat ditemui disela-sela peluncuran buku Hamzah Tadja, mantan Jaksa Agung Muda Pidana Umum (Jampidum) pada Kejagung RI di Hotel Grand Clarion, Makassar, Kamis (18/10).

Meski pria berambut putih itu enggan mengungkap hasil perhitungan atau audit yang dilakukan timnya, namun kuat ditengarai adanya bentuk pelanggaran dalam proses pencairan hingga penerimaan dana pinjaman kredit untuk APBD Pemkab Pinrang yang dapat menimbulkan unsur melawan hukum.

“Jika uang puluhan miliaran tersebut betul-betul tersimpan di rekening pribadi pihak bersangkutan, maka jelas itu merupakan suatu pelanggaran,” tegasnya kepada sejumlah wartawan, siang tadi.

Dia menjelaskan, selama proses audit dilapangan, pihak BPKP telah menerima sejumlah dokumen permintaan kredit dana pinjaman Pemkab Pinrang ke Bank Sulselbar.

Selain itu, tim juga ikut menerima sejumlah data dan surat-surat persetujuan. Baik surat persetujuan dari DPRD Pinrang maupun data soal proses pencairan, pergiriman serta penyimpangan dana di rekening pribadi Aslam Patonangi.

“Yang jelas saat ini tim sementara merampungkan hasilnya, dan besok sudah selesai. Sementara perihal mengenai apakah ada bentuk pelanggaran atau tidak. Itu akan kami paparkan pekan depan dan langsung dipublikasikan,” terang Hamonangan, mengaku, audit tersebut dilakukan berdasarkan permintaan Bupati Pinrang.

Dia pun mengaku, pihaknya tetap berupaya bersikap independen dalam mengaudit dugaan penyelewengan dana pinjaman kredit yang dilakukan Aslam. “Kami tidak ingin diintervesi oleh siapapun. Apapun hasilnya pasti akan kami beberkan dan kami sampaikan kepada pihak yang meminta untuk dilakukan audit,” ujarnya.

Sementara Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Sulsel Chaerul Amir kepada wartawan di kejaksaan, sore tadi, kembali memastikan jika pihaknya akan memanggil serta memeriksa sejumlah pihak yang terkait termasuk Bupati Pinrang.

Adapun sejumlah pihak yang diagendakan bakal menjalani proses pemeriksaan lebih awal. Diantaranya, yaitu, pihak pengelola keuangan Pemkab Pinrang, pejabat teras Bank Sulselbar cabang Pinrang, Notaris bahkan Aslam.

“Paling lambat suratnya akan kami kirim hari ini atau Jumat (19/10),” tegas mantan Asisten Pengawasan Kejati Sulsel tersebut.

Sebelumnya, dugaan rekening gendut Aslam Patonangi terkuak, setelah adanya surat pernjanjian akta kredit Nomor 2a tertanggal 6 Oktober 2009 antara Bupati Andi Aslam Patonangi dengan M. Burhan Lemba dari Bank Sulsel.

Akta perjanjian kredit itu kemudian dinotariskan oleh Andi Sengngeng Pulaweng Salahuddin. Dari akta tersebut diketahui adanya pinjaman kredit sebesar Rp 31,5 miliar untuk APBD sekaligus untuk menutupi pembayaran kenaikan gaji PNS yang berjumlah 7000 orang. (rud)

Baca   Juga  :

Editor: Budi Prasetyo
Sumber: Tribun Timur
1 KOMENTAR
1046612 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
  • pinrang-Senin, 22 Oktober 2012 Laporkan
    sebaiknya diusut tuntas sampai selesai lalu publisir biar masyarakat tau yg sebenarnya
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas