• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Kamis, 31 Juli 2014
Tribunnews.com

Kambing pun Juga Ada Salonnya

Kamis, 18 Oktober 2012 23:09 WIB
Kambing pun Juga Ada Salonnya
Tribun Jogja /Rento Ari Nugroho
Salon kambing

Laporan Wartawan Tribun Jogja, Rento Ari Nugroho

TRIBUNNEWS.COM, PURWOREJO - Purworejo dikenal sebagai daerah asal kambing unggulan Peranakan Ettawa (PE) dengan ras Kaligesing. Hal ini membuat banyak peternak baik dari luar  dan dalam Purworejo mengusahakan peternakan kambing PE tersebut.
Banyaknya kambing PE ini dimanfaatkan Y Sumarno (51), warga dusun Kalikotak Desa Tlogoguwo Kecamatan Kaligesing, Purworejo untuk membuka usaha salon kambing.

Usaha yang ditekuni oleh Sumarno sejak 2007 ini memang unik dan berbeda. Apabila terpikir kata salon, tentu orang akan berpikir suatu tempat dimana penampilan dipoles dan disempurnakan. Demikian pula yang dilakukan Sumarno, bedanya, ia memoles dan dan menyempurnakan penampilan kambing.

"Awalnya usaha ini berangkat dari keprihatinan harga kambing jatuh karena penampilannya kurang baik. Hal itu bisa disebabkan oleh tanduk yang tidak simetris, patah sebelah, ataupun melengkung menusuk kulit kepala. Kalau sudah begitu, harganya bisa turun drastis, baik  kambing khusus kontes maupun kambing potong " jelas Sumarno ketika ditemui di rumahnya, Kamis (18/10/2012).

Sumarno yang juga memiliki puluhan kambing di rumahnya ini mengatakan, salon kambing miliknya ini tidak memiliki tempat khusus. Ia melayani pengguna jasanya baik di berbagai pasar hewan di Purworejo maupun di rumahnya. Ia mengaku, sebenarnya yang bisa masuk salonnya tidak hanya kambing PE, namun juga berbagai jenis kambing dan domba yang ingin disempurnakan penampilannya oleh pemiliknya.

"Saya biasanya khusus merapikan tanduk, kulit dan bulu kambing. Untuk tanduk ada pemendekan tanduk, pemasangan tanduk yang copot dan pengukiran. Untuk kuku biasanya dipotong agar tumbuhnya terarah. Untuk bulu ada layanan creambath bulu belakang," ulas Sumarno sambil tersenyum.

Setiap hari-hari pasaran tertentu di mana pasar hewan buka, ia biasanya hadir dan membuka semacam stan. Dengan mengendarai sepeda motor ia menuju pasar dan membuka salonnya mulai pukul 07.00 sampai 11.00 WIB.

"Pelanggan saya banyak sekali. Begitu saya buka lapak, saya nggak pernah istirahat sampai siang. Menurut beberapa pemilik ternak, sejak kambing mereka disalon, harganya tidak jatuh, bahkan bisa naik 5-10 persen. Misalnya kambing yang habis dipendekkan tanduknya akan kelihatan lebih muda dan harganya bagus," lanjut Sumarno.

Ia mengaku mematok harga mulai Rp 25 ribu sampai sekitar Rp 100 ribu per layanan, tergantung macam layanan yang diberikan. Dari situ ia bisa mengantongi sekitar Rp 500 ribu per hari pasaran.

Editor: Yulis Sulistyawan
Sumber: Tribun Jogja
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
1047112 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
    Jadilah yang pertama memberikan komentar
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas