• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Selasa, 21 Oktober 2014
Tribunnews.com

Kepala Syahbandar Jambi Satu Sel dengan Perampok

Kamis, 18 Oktober 2012 03:26 WIB
Kepala Syahbandar Jambi Satu Sel dengan Perampok
net
ilustrasi

TRIBUNNEWS.COM, JAMBI - Pascapenahanan Kepala Administrasi Pelabuhan (Adpel) atau yang telah berganti nama Syahbandar dan Otorita Pelabuhan Jambi, Belly J Picarima berencana mengajukan upaya hukum praperadilan terhadap Kejaksaan Tinggi Jambi.

"Dalam waktu dekat saya dan pengacara saya akan mengajukan gugatan praperadilan terhadap kejaksaan," kata Belly, Rabu (17/10/2012).

Menurut dia, praperadilan tersebut dilakukan terkait proses penahanan yang dilakukan Korps Adhyaksa terhadap dirinya Selasa petang.

M Amin, penasihat hukum Belly, mengatakan, dasar diajukannya praperadilan karena menurut mereka penahanan tersebut dinilai tidak sesuai prosedur dan ketentuan.

"Besok gugatan akan kita daftarkan ke PN Jambi, sekarang kami sedang menyusun gugatannya," kata Amin.

Dasar diajukannya gugatan praperadilan di antaranya, menurut Amin, perintah penahanan yang dilakukan oleh kejaksaan tanpa dilakukan surat penangkapan terlebih dahulu.

Selain itu, menurut Amin, di dalam surat perintah penahanan terhadap kliennya dengan nomor 625/N.5/Fd.1/10/2012 tidak menyebutkan uraian singkat mengenai kejahatan yang disangkakan terhadap kliennya.

Belum adanya audit kerugian Negara dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) juga disoal oleh Belly dan penasihat hukumnya.

"Kemarin saat ditanya ke penyidik, menurut mereka tidak ada audit dari BPK," kata Amin.
Selain itu, menurut Amin, penyidik juga masih mencantumkan jabatan Belly sebagai Kepala Adpel Jambi, sementara sejak tanggal 5 Oktober 2012 kemarin nama Adpel telah berganti menjadi Syahbandar dan Otorita Pelabuhan, yang seharusnya Belly menjabat sebagai Kepala Syahbandar dan Otorita Pelabuhan.

Adanya rencana gugatan praperadilan tersebut ditanggapi dingin oleh Kejaksaan Tinggi Jambi, Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Kejati Jambi. Andi Ashari.
Menurutnya, gugatan praperadilan merupakan hak tersangka. "Kita siap menghadapinya, menggugat itu hak mereka, sesuai pasal 21 KUHAP, kejaksaan mempunyai kewenangan untuk melakukan penahanan terhadap tersangka," kata Andi kepada wartawan di ruang kerjanya.

Menurutnya, penyidik mempunyai dasar pertimbangan menahan Belly J Picarima, ditambah lagi tersangka belum mengembalikan dugaan kerugian negara sebesar Rp 5,3 miliar hasil audit Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Jambi.

Terkait kondisi Belly sejak ditahan kemarin malam, ia mengatakan dirinya dalam keadaan baik-baik saja.

"Kondisi saya baik," katanya. Senin siang puluhan kolega dan anak buah Belly terlihat membesuk Belly di Lapas Kelas II A Jambi.
Informasi yang didapat Tribun, selain rekan kerja dan anak buahnya, Istri dan keluarga Belly juga ikut membesuk.

Kepala Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (KPLP) Lapas Kelas II A Jambi Syahroni yang dihubungi wartawan mengatakan selama dalam tahanan Belly J Picarima menempati kamar nomor 3 blok D 3, satu sel dengan Jailani, oknum polisi yang terlibat dalam perampokan uang Rp 1,3 miliar di Jalan Raya Jambi-Palembang tahun 2010 lalu.

Editor: Anwar Sadat Guna
Sumber: Tribun Jambi
0 KOMENTAR
1043862 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
    Jadilah yang pertama memberikan komentar
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas