Lima Pendonor di Kuala Tungkal Terinfeksi HIV

Bagian Unit Transfusi Darah Rumah Sakit (UTDRS) dan laboratorium RSD KH Daud Arif Kuala Tungkal berhasil mendeteksi

Lima Pendonor di Kuala Tungkal Terinfeksi HIV
net
Ilustrasi

TRIBUNNEWS.COM, KUALA TUNGKAL - Bagian Unit Transfusi Darah Rumah Sakit (UTDRS) dan laboratorium RSD KH Daud Arif Kuala Tungkal berhasil mendeteksi dan mencegah masuknya donasi darah dari lima orang yang terinfeksi HIV/AIDS, sepanjang 2012 ini.

Kepala Instalasi Laboratorium RSD KH Daud Arif dr Hiratna mengatakan, meski mereka selalu bekerja serius untuk mendeteksi donasi-donasi darah tercemar maupun tidak layak, bukan berarti ancaman penularan HIV bisa terhindar 100 persen.

Menurutnya, setiap penyakit, termasuk HIV/AIDS, memiliki masa inkubasi tertentu alias window period ketika gejala belum terkenali maupun terdeteksi.

"Panjang pendek masa inkubasi berbeda-beda, sangat tergantung kemampuan imunitas masing-masing orang," kata dr Hiratna.

Hiratna menambahkan prosedur screening di UTDRS dan laboratorium tak semata untuk mencegah masuknya darah dari penderita HIV/AIDS.

Itu juga untuk menyaring penyakit-penyakit berbahaya lain seperti hepatitis hingga malaria. Karena itu, satu hal yang sangat membantu kerja para petugas UTDRS dan laboratorium dalam melakukan screening adalah pengisian yang teliti dan jujur dari para calon pendonor sebelum melakukan donor.

Direktur RSD KH Daud Arif, dr M Feri Kusnadi mengatakan untuk mencegah terjadinya transfusi darah tercemar dari pendonor, pihaknya selalu menekankan ketaatan terhadap prosedur tes screening.

Menurut dr Feri, UTDRS di instansinya menjalani kerja yang sinergis dengan bagian laboratorium, yang dipimpin dr Hiratna, seorang spesialis patologi klinik.

"Jarang-jarang lho rumah sakit ada spesialis patologi klinik," kata dr Feri, kemarin.
Imbuh dr Feri, RS KH Daud Arif telah memiliki pula klinik khusus bagi penanganan mereka yang mengidap HIV/AIDS yakni Klinik Pedada.

Klinik itu memiliki penanggung jawab terdiri dari dua orang dokter spesialis penyakit dalam. Klinik merupakan satu dari dua klinik penanganan pengidap HIV/AIDS di Tanjabbar. Satu klinik yang lain ada di daerah Tebing Tinggi.

Halaman
123
Editor: Anwar Sadat Guna
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2016
About Us
Help